Bara JP Ingatkan Lagi Pernyataan JK yang Sebut Negara Akan Hancur Jika Dipimpin Jokowi

Bara JP Ingatkan Lagi Pernyataan JK yang Sebut Negara Akan Hancur Jika Dipimpin Jokowi

Relawan Bara JP menanggapi pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang mengeklaim memiliki peran besar dalam mengantarkan Joko Widodo (Jokowi) ke kursi presiden. Ketua Dewan Pengawas DPP Bara JP, Utje Gustaf, mengakui bahwa JK merupakan bagian dari sejarah yang mendorong Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 silam.

Namun, Utje menekankan bahwa dukungan JK untuk pencalonan presiden Jokowi pada tahun 2014 barulah muncul setelah adanya gelombang besar dukungan dari masyarakat luas. Ia menilai dukungan tersebut datang belakangan setelah melihat antusiasme publik yang begitu masif terhadap figur Jokowi saat itu.

Utje kemudian mengingatkan kembali pernyataan kontroversial JK di masa lalu yang sempat meragukan kapasitas Jokowi sebelum pelaksanaan Pilpres 2014. Ia mengungkit ucapan JK yang menyebut negara bisa hancur apabila dipimpin oleh Jokowi, meski pihak relawan tetap menyampaikan rasa terima kasih atas peran yang telah diberikan.

Pihak Bara JP juga menyoroti posisi JK yang akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden setelah memenangkan kontestasi pada tahun 2014 tersebut. Mereka menilai klaim peran besar JK dalam memenangkan Jokowi sangat mudah untuk dibantah jika merujuk pada rekam jejak politik JK sebelumnya.

Sebagai perbandingan, Utje memaparkan performa politik JK saat maju sebagai calon presiden pada tahun 2009 yang berakhir dengan perolehan suara terendah. Berikut adalah data hasil perolehan suara pada pemilihan presiden tersebut sebagai gambaran posisi politik JK di masa itu.

Kandidat Pilpres 2009 Urutan Perolehan Suara
Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono Peringkat 1 (Pemenang)
Megawati Soekarnoputri - Prabowo Subianto Peringkat 2
Jusuf Kalla - Wiranto Peringkat 3 (Terakhir)

Utje berargumen bahwa sangat tidak masuk akal jika seseorang yang gagal memenangkan dirinya sendiri dalam pilpres bisa mengeklaim memenangkan orang lain secara tunggal. Menurut pandangannya, kemenangan pasangan Jokowi-JK pada tahun 2014 lebih didominasi oleh faktor ketokohan dan kekuatan politik yang dimiliki oleh Jokowi sendiri.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengungkapkan kekesalannya akibat tuduhan dari pihak tertentu yang mengaitkan namanya dengan pendanaan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Dalam sebuah kesempatan, JK menegaskan kembali jasanya dalam perjalanan karier politik Jokowi hingga berhasil menjadi Presiden RI ke-7 kepada para loyalis pendukung mantan Wali Kota Solo tersebut.

Juru Bicara JK, Husain Abdullah, memberikan penjelasan mengenai nada bicara JK yang sempat meninggi saat membahas peran politiknya tersebut. Husain menyatakan bahwa JK merasa perlu meyakinkan para pendukung Jokowi yang sering menuduhnya tidak tahu cara membalas budi meski telah diangkat menjadi Wakil Presiden.

Husain menyebut bahwa selama ini JK memilih untuk menahan diri dan tidak membuka fakta-fakta sejarah mengenai perannya di balik karier kepresidenan Jokowi. Pernyataan tegas tersebut akhirnya dikeluarkan sebagai respons terhadap narasi negatif yang terus menyudutkan posisi JK sebagai tokoh yang tidak berterima kasih.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.