Pertandingan bertajuk derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipastikan tidak akan berlangsung di markas asli Singo Edan, yaitu Stadion Kanjuruhan. Arema FC yang bertindak sebagai tuan rumah pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 ini harus mencari lokasi alternatif di luar daerah asal mereka.
Berdasarkan informasi resmi dari situs I.League, duel panas tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 sore hari waktu Indonesia barat. Lokasi yang dipilih untuk menyelenggarakan pertandingan penuh gengsi ini berada di luar Pulau Jawa, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Keputusan pemindahan lokasi ini berkaitan erat dengan kenangan kelam yang menyelimuti Stadion Kanjuruhan saat kedua tim tersebut bertemu di masa lalu. Sejarah mencatat bahwa tragedi besar terjadi di sana pasca laga derbi Jatim, yang mengakibatkan hilangnya nyawa sekitar 135 orang pendukung sepak bola.
Statistik Pertemuan Arema FC vs Persebaya
Sajak peristiwa memilukan tersebut, manajemen Arema FC belum pernah lagi mendapatkan izin atau kesempatan untuk menjamu Persebaya Surabaya di rumah mereka sendiri. Sebagai gantinya, Stadion Kapten I Wayan Dipta yang merupakan markas Bali United sering kali menjadi pilihan utama untuk melangsungkan laga kandang usiran mereka.
Namun, bermain di Bali tampaknya memberikan tantangan tersendiri bagi klub berjuluk Singo Edan karena rekor pertandingan mereka yang kurang memuaskan di sana. Dari dua pertemuan terakhir melawan Persebaya di stadion tersebut, Arema FC tidak mampu meraih satu pun kemenangan dengan catatan satu kali imbang dan satu kekalahan.
| Parameter Pertandingan | Data Statistik |
|---|---|
| Kemenangan Terakhir Arema FC | Liga 1 2018 (Skor 1-0) |
| Jumlah Pertemuan Terakhir | 9 Pertandingan Domestik |
| Rekor Kekalahan Arema FC | 6 Kali Kalah |
| Rekor Hasil Imbang | 3 Kali Seri |
| Lokasi Laga Mendatang | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali |
| Jadwal Pertandingan | Selasa, 28 April 2026 |
Jika menilik catatan yang lebih luas, performa Arema FC saat menghadapi rival abadinya tersebut memang sedang berada dalam tren yang sangat mengkhawatirkan. Kemenangan terakhir yang bisa dirasakan oleh Singo Edan terjadi pada kompetisi musim 2018 silam saat mereka unggul tipis dengan skor 1-0.
Selebihnya, dalam sembilan bentrokan terakhir di kompetisi domestik, Persebaya Surabaya mendominasi dengan memenangkan enam laga, sementara tiga laga lainnya berakhir sama kuat. Situasi ini tentu menjadi beban berat bagi Hansamu Yama dan rekan-rekannya yang harus berjuang ekstra keras untuk memutus tren negatif tersebut.
Terkait kehadiran penonton di stadion, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi atau respons lebih lanjut. Publik masih menunggu kepastian apakah laga tensi tinggi ini bisa disaksikan langsung oleh suporter di tribun atau harus digelar secara tertutup demi alasan keamanan.
Tantangan Berat Sebelum Derbi
Sebelum memikirkan taktik untuk meredam kekuatan Persebaya, Arema FC harus terlebih dahulu melewati ujian berat lainnya di pekan sebelumnya. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada hari Jumat, 24 April 2026.
Laga di Bandung tersebut dianggap sebagai misi yang sangat sulit bagi Singo Edan karena Persib sedang berada dalam motivasi tinggi untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. Tim Maung Bandung membutuhkan poin penuh untuk mengamankan takhta mereka dari ancaman Borneo FC Samarinda yang terus menempel ketat di peringkat kedua.
Arema FC sendiri saat ini sangat membutuhkan tambahan poin guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara BRI Super League musim ini. Perjalanan melelahkan dari Bandung menuju Bali akan menjadi ujian fisik dan mental bagi seluruh awak tim dalam menghadapi jadwal yang sangat padat.
Persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia memang semakin memanas seiring mendekatnya akhir musim kompetisi 2025/2026. Fokus kini tertuju pada manajemen dan staf pelatih Arema FC untuk menjaga kondisi pemain tetap prima meskipun harus bermain di tempat netral yang secara statistik kurang menguntungkan bagi mereka.