Artikel ini membahas keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari indeks utama mulai Mei 2026. Langkah ini diambil guna menggantinya dengan saham-saham yang memiliki likuiditas yang lebih baik serta free float yang lebih besar.
Pengeluaran Saham dengan HSC
BEI akan mulai mendepak saham-saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks seperti LQ45, IDX30, dan IDX80 pada 4 Mei 2026. Saham yang berpotensi terdepak termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Guntur Putra, Presiden Direktur Pinnacle Investment, menyatakan bahwa saham dengan likuiditas dan free float rendah juga berisiko tersisih, meskipun tidak semuanya berada di indeks utama. Dia menambahkan bahwa sahamsaham pengganti umumnya diambil dari perusahaan mid-large caps yang telah teruji secara fundamental.
Kebijakan dan Tujuan Penyesuaian
BEI telah melakukan penyesuaian kriteria evaluasi untuk IDX30, LQ45, dan IDX80 dengan memasukkan aspek HSC dalam seleksi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa indeks semakin dapat mencerminkan realitas pasar yang ada.
Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan bahwa perubahan tersebut dirancang agar indeks lebih mewakili dinamika pasar saat ini. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan likuiditas saham yang terdapat dalam indeks.
Implikasi Terhadap Investor
Berdasarkan keterangan resmi, BEI memastikan bahwa saham HSC tidak lagi memenuhi kriteria untuk indeks seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Dengan demikian, saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi bisa saja tersisih dari indeks-indeks utama tersebut.
Selain itu, regulasi terbaru mengharuskan pemenuhan batas minimum free float untuk meningkatkan kualitas saham dalam indeks. Keputusan ini juga dianggap dapat memperbaiki persepsi investor secara global dalam jangka panjang.
Disclaimer: Artikel ini tidak bermaksud mendorong pembaca untuk membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.