Persija Jakarta kembali menjadi sorotan akibat masalah disiplin pemain yang terus berulang dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini seringkali harus kehilangan pemain kunci di tengah pertandingan karena hukuman kartu merah dari wasit.
Kondisi ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap upaya Persija dalam mengejar posisi puncak klasemen sementara. Hingga memasuki pekan ke-28, tim asuhan Mauricio Souza ini masih tertahan di peringkat ketiga dengan raihan 58 poin.
Selisih angka dengan Persib Bandung yang berada di posisi atas kini mencapai tujuh poin, sementara kompetisi hanya menyisakan enam pertandingan lagi. Mauricio Souza selaku pelatih kepala terus menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar tren negatif ini tidak menghambat ambisi juara mereka.
Berdasarkan data statistik musim ini, Persija Jakarta tercatat telah mengoleksi total delapan kartu merah dari berbagai pertandingan yang telah dijalani. Angka tersebut menempatkan mereka sebagai tim dengan tingkat pelanggaran disiplin tertinggi kedua di liga, tepat di bawah Arema FC.
Persoalan ini menjadi agenda utama bagi Souza menjelang laga krusial melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 yang akan digelar di Gianyar, Bali. Pelatih asal Brasil tersebut menyatakan dalam konferensi pers bahwa kendali emosi adalah kunci utama untuk memperbaiki performa tim di lapangan hijau.
Daftar Pemain Persija yang Menerima Kartu Merah
Berikut adalah rincian data pemain Persija Jakarta yang mendapatkan hukuman kartu merah sepanjang musim BRI Super League 2025/2026 berjalan:
| Nama Pemain | Jumlah Kartu Merah | Posisi |
|---|---|---|
| Jordi Amat | 2 | Bek Tengah |
| Bruno Tubarao | 1 | Gelandang/Sayap |
| Fabio Calonego | 1 | Penyerang |
| Aditya Warman | 1 | Gelandang |
| Allano Lima | 1 | Penyerang |
| Rio Fahmi | 1 | Bek Sayap |
| Figo Dennis | 1 | Gelandang |
Souza menegaskan bahwa dirinya telah mengadakan pembicaraan serius dengan seluruh anggota tim mengenai dampak buruk dari hilangnya kendali diri. Ia berpendapat bahwa kartu merah telah menyebabkan banyak poin penting terbuang sia-sia dalam beberapa laga krusial musim ini.
Ketidakmampuan menjaga ketenangan saat berada dalam tekanan pertandingan dinilai menjadi faktor utama penghambat posisi Persija di klasemen. Souza yakin jika para pemain bisa lebih dewasa, Macan Kemayoran saat ini seharusnya berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan.
Selain masalah emosi antar pemain, pelatih berusia 52 tahun tersebut juga menyoroti cara pemainnya dalam merespons setiap keputusan yang diambil oleh wasit. Ia meminta agar para penggawa Persija tetap fokus pada tugas taktis mereka daripada membuang energi untuk melakukan protes berlebihan.
Souza mengingatkan bahwa wasit memiliki tugas profesional yang sama beratnya dengan para pemain di dalam lapangan pertandingan. Jika peluit sudah ditiup, ia berharap para pemain segera menerima keputusan tersebut dan kembali berkonsentrasi pada jalannya permainan yang sedang berlangsung.
Harapan besar disematkan kepada seluruh skuat agar mampu meningkatkan aspek kedewasaan bertanding demi menjaga peluang mereka di sisa kompetisi. Souza yang memegang lisensi CBF Pro ini terus memberikan edukasi psikologis agar insiden serupa tidak terulang di laga-laga mendatang.
Di sisi lain, penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, juga memberikan pernyataan mengenai ambisi pribadinya untuk bisa menembus skuat Timnas Indonesia. Ia menyadari sepenuhnya bahwa produktivitas dalam mencetak gol adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh seorang pemain depan.
Eksel merasa perlu bekerja ekstra keras di setiap pertandingan BRI Super League agar performanya mendapatkan perhatian dari tim pelatih nasional. Pemain berusia 27 tahun tersebut berkomitmen memberikan kemampuan terbaiknya jika kelak mendapatkan panggilan untuk membela panji Garuda di kancah internasional.