Terbongkar Modus Perundungan Berkedok Main Air di Festival Songkran

Terbongkar Modus Perundungan Berkedok Main Air di Festival Songkran

Festival Songkran di Thailand yang dikenal sebagai perayaan air, ternyata menyimpan beberapa insiden yang mengkhawatirkan. Baru-baru ini, seorang pria asal Eropa berusia sekitar 50-an menjadi korban bullying oleh sekelompok turis saat perayaan tersebut berlangsung pada 17 April 2026.

Dalam rekaman yang diperoleh dari saksi, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut diserang secara brutal oleh sekelompok pengunjung yang menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke wajahnya. Meskipun pria itu sempat berusaha melawan, ia akhirnya jatuh dan ditendang berulang kali di bagian kepala sebelum beberapa saksi berusaha menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Winechit Sukhanta, salah satu saksi mata, menyatakan bahwa insiden itu terjadi di Walking Street Pattaya yang terkenal, yang kerap dikaitkan dengan tindakan kekerasan. Ia mengungkapkan rasa simpatinya terhadap pria tersebut dan mempertanyakan keberadaan polisi saat insiden itu berlangsung.

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan resmi mengenai penyerangan itu. Di hari berikutnya, seorang turis lain dari Filipina berbagi pengalamannya di media sosial, yang juga mengalami peristiwa serupa di Bangkok dan hampir kehilangan penglihatan akibat semprotan air bertekanan tinggi.

Turis Filipina itu menjelaskan bahwa insiden terjadi pada hari kedua festival, ketika ia bergabung dalam perang air. Ia terkena semprotan yang mengenai matanya, sehingga ia tidak bisa melihat apa pun selama sekitar 30 detik dan kemudian merasakan bintik hitam di matanya setelah kembali ke hotel.

Setelah cek ke rumah sakit mata, ia didiagnosis menderita pendarahan retina, yang melibatkan pendarahan di dalam mata. Festival Songkran sebenarnya merupakan perayaan Buddha yang menandai Tahun Baru tradisional dan biasanya berlangsung dari tanggal 13-15 April dengan adat lembut untuk menghormati para tetua.

Namun, seiring perkembangannya, festival tersebut bertransformasi menjadi perayaan besar, mendorong banyak wisatawan untuk turun ke jalan dengan pistol air. Kini otoritas Thailand menghadapi tantangan besar dalam mengatasi perilaku wisatawan yang semakin tidak terkendali di tengah meriahnya perayaan.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: travel.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.