Situ Cipondoh di Tangerang yang sempat populer pascapandemi kini menunjukkan penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan. Padahal, destinasi ini memiliki potensi wisata dan ekonomi yang besar meski saat ini pengelolaannya dinilai masih belum maksimal.
Dahulu, waduk ini viral karena banyak anak muda berswafoto di anjungan kayu dengan latar belakang hamparan eceng gondok yang estetik. Bahkan, pemerintah sempat membangun dermaga dengan tenda putih ikonik yang oleh warganet sering disebut mirip dengan Sydney Harbour di Australia.
Namun, tren kepopuleran tersebut ternyata surut dengan cepat seiring dengan berkurangnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung. Kurangnya pengelolaan profesional menyebabkan daya tarik kawasan ini meredup sebelum benar-benar berkembang menjadi destinasi unggulan.
Potensi Pengembangan dan Sejarah Kawasan
Kawasan Situ Cipondoh sebenarnya masih bisa dikembangkan lebih jauh jika melibatkan arsitek lanskap untuk menata area tersebut agar lebih menarik. Pengelolaan yang profesional dan penyediaan layanan pelanggan yang nyaman menjadi kunci untuk membangkitkan kembali magnet pariwisata di sana.
Secara historis, lokasi ini awalnya merupakan rawa yang tidak terurus sebelum akhirnya diubah menjadi bendungan oleh pemerintah kolonial Belanda pada dekade 1930-an. Tujuan pembangunannya saat itu adalah sebagai sarana irigasi, pengendali banjir, sekaligus tempat rekreasi keluarga dan lokasi memancing.
Situ Cipondoh secara geografis berada di wilayah Kecamatan Cipondoh dan Pinang dengan total luas lahan mencapai kurang lebih 170 hektare. Berikut adalah rincian pembagian area di kawasan Situ Cipondoh tersebut:
| Kategori Wilayah | Luas (Hektare) |
|---|---|
| Perairan | 50 |
| Daratan | 120 |
| Total Luas | 170 |
Kondisi saat ini sangat memprihatinkan karena anjungan kayu dan dermaga yang dulu menjadi spot foto favorit kini sudah jarang digunakan hingga nyaris ambruk. Jejak kejayaan wisata yang pernah viral di media sosial tersebut kini perlahan mulai menghilang dan terlupakan.
Situ Cipondoh sendiri merupakan bagian penting dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke yang memiliki fungsi hidrologis sebagai tandon air dan reservoir. Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) tahun 1996, wilayah perairannya memang dialokasikan sebagai kawasan konservasi dan rekreasi.
Sementara itu, wilayah daratan di sekitar situ direncanakan berfungsi sebagai kawasan jalur hijau serta pemukiman warga. Kini nasib Situ Cipondoh menjadi kenangan bagi banyak orang yang pernah merasakan masa ramainya tempat tersebut.