ELPI Siapkan Rp633,44 Miliar untuk Perkuat Armada Kapal secara Agresif

ELPI Siapkan Rp633,44 Miliar untuk Perkuat Armada Kapal secara Agresif

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) secara resmi mengumumkan keberhasilan dalam memperoleh pendanaan non-perbankan sebesar Rp633,44 miliar. Langkah strategis ini diambil guna membiayai akuisisi kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805 demi memperkuat operasional di sektor lepas pantai.

Fasilitas pinjaman ini diperoleh melalui entitas anak perusahaan, yaitu PT ELPI Trans Cargo (ETC), dari pihak ketiga non-lembaga keuangan. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 9% per tahun dengan jangka waktu maksimal sembilan bulan.

Detail Transaksi Material dan Mekanisme Pendanaan

Nilai transaksi akuisisi ini telah melampaui ambang batas 20% dari total ekuitas ELPI yang tercatat sebesar Rp2,70 triliun pada akhir tahun 2025. Oleh karena itu, perusahaan mengategorikan aksi korporasi ini sebagai transaksi material yang wajib dilaporkan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Manajemen menjelaskan bahwa pemilihan pendanaan non-perbankan dilakukan karena adanya kebutuhan dana yang sangat mendesak untuk melunasi lelang kapal pada 7 April 2026. Sementara itu, proses pengajuan fasilitas kredit melalui perbankan masih berjalan dan belum bisa dicairkan tepat pada waktu yang ditentukan oleh jadwal pembayaran lelang.

Kondisi tersebut memaksa perseroan untuk segera mencari alternatif pembiayaan jangka pendek agar proses akuisisi kapal strategis ini tidak mengalami penundaan. Meskipun dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, manajemen memastikan bahwa seluruh prosedur tetap mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

Spesifikasi dan Keunggulan Operasional Kapal Baru

Kapal yang dibeli merupakan unit DP3 MPSV buatan tahun 2014 dengan dimensi panjang mencapai 100,2 meter serta memiliki tonase kotor sebesar 6.146. Armada ini nantinya akan dioperasikan untuk mendukung perluasan jangkauan layanan pada kegiatan angkutan laut serta berbagai jasa penunjang industri energi lepas pantai.

Manajemen ELPI menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi dan sama sekali tidak mengandung unsur benturan kepentingan bagi perseroan. Segala bentuk informasi relevan mengenai pembelian ini telah disampaikan kepada publik dan regulator untuk menjaga kepercayaan para pemegang saham perusahaan pelayaran ini.

Untuk memastikan kewajaran nilai transaksi, pihak PT ELPI Trans Cargo tetap akan melibatkan jasa penilai independen dalam melakukan evaluasi. Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menyebutkan bahwa kehadiran kapal ini merupakan bagian dari peta jalan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas armada di segmen offshore.

Parameter Transaksi Detail Informasi
Nilai Pinjaman Rp633,44 Miliar
Suku Bunga 9% per Tahun
Tenor Pinjaman Maksimal 9 Bulan
Total Ekuitas ELPI (2025) Rp2,70 Triliun
Tipe Kapal DP3 MPSV Bourbon Evolution 805

Potensi Pendapatan dan Kontribusi Terhadap Industri

Kapal Bourbon Evolution 805 memiliki keunggulan multifungsi yang mencakup layanan diving support, supply vessel, pemadam kebakaran (fire fighting), hingga kapal pemulihan minyak. Keberagaman fungsi ini memungkinkan ELPI untuk bersaing dalam berbagai proyek konstruksi dan operasional di sektor minyak serta gas bumi lepas pantai.

Satu poin yang menjadi sorotan adalah kapal ini akan tercatat sebagai kapal pertama dengan bendera Indonesia yang mengusung spesifikasi DP3 MPSV multi guna. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu memberikan dukungan maksimal bagi kegiatan eksplorasi dan produksi migas nasional yang memerlukan spesifikasi teknis tinggi dan canggih.

Pihak manajemen sangat optimis bahwa penambahan armada baru ini akan membuka peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dari proyek bernilai tambah tinggi. Fokus pertumbuhan pada jasa offshore diharapkan dapat memperkokoh kelangsungan usaha ETC sebagai anak usaha strategis dalam jangka panjang bagi grup pelayaran ini.

Meskipun penggunaan skema pembiayaan eksternal ini secara otomatis akan meningkatkan liabilitas atau kewajiban keuangan perusahaan, ELPI tetap memandang langkah ini secara positif. Perseroan yakin bahwa peningkatan beban keuangan akan mampu ditutup oleh kontribusi pendapatan yang signifikan dari optimalisasi operasional kapal DP3 MPSV tersebut.

Langkah agresif ELPI dalam menambah aset kapal ini juga sejalan dengan target peningkatan kinerja operasional yang dicanangkan untuk periode tahun 2026. Dengan penguatan armada ini, emiten pelayaran tersebut kini siap menangkap peluang pasar yang lebih luas di tengah dinamika industri energi lepas pantai yang semakin kompetitif.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.