Dominasi iklan tradisional kini mulai meredup dan perlahan-lahan tergantikan oleh kekuatan platform digital yang kini sepenuhnya menguasai pasar global. Hal ini disampaikan oleh Head of Media & Entertainment Omdia, Maria Rua Aguete, dalam pemaparan bertajuk "Smarter Screen, Smarter Ads: The New Era of Advertising" di ajang StreamTV Europe, Lisbon.
Lembaga riset Omdia memproyeksikan total pendapatan iklan di seluruh dunia akan menyentuh angka fantastis sebesar 1,6 triliun dollar AS pada tahun 2030 mendatang. Estimasi ini didasarkan pada asumsi bahwa ketegangan geopolitik antara Iran dan pihak luar tidak sampai memicu guncangan ekonomi yang signifikan bagi pasar global.
Pertumbuhan Pesat Iklan Digital
Dari total nilai pasar tersebut, segmen iklan daring diperkirakan akan mengambil porsi terbesar dengan nilai mencapai hampir 1,5 triliun dollar AS atau setara Rp 25.000 triliun. Pencapaian ini menandakan lonjakan yang sangat masif jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2025 yang berada di angka 935 miliar dollar AS.
Kesenjangan antara platform digital dan media konvensional juga terlihat semakin lebar dengan perbedaan laju pertumbuhan yang sangat kontras di masa depan. Pada tahun 2026, iklan daring diprediksi mampu melesat hingga 13 persen, sementara sektor iklan tradisional hanya mampu tumbuh tipis sebesar 2 persen saja.
| Kategori Proyeksi | Nilai / Persentase | Tahun |
|---|---|---|
| Total Pendapatan Iklan Global | 1,6 Triliun Dollar AS | 2030 |
| Total Pendapatan Iklan Online | 1,5 Triliun Dollar AS | 2030 |
| Pertumbuhan Iklan Media Sosial | 19% | 2024 |
| Pertumbuhan Iklan Online Non-Sosial | 9% | 2024 |
| Dominasi 4 Besar (FB, IG, YT, TikTok) | 90% dari Iklan Sosial | Saat Ini |
| Pangsa Pasar Iklan Meta (FB & IG) | 70% dari Iklan Sosial | Saat Ini |
Hegemonia Raksasa Media Sosial
Maria menegaskan bahwa media sosial merupakan motor penggerak utama yang mendorong ledakan pertumbuhan belanja iklan di seluruh ekosistem digital saat ini. Sektor media sosial diprediksi tumbuh 19 persen tahun ini, melampaui format digital non-sosial lainnya yang tercatat hanya tumbuh di angka 9 persen.
Ironisnya, besarnya perputaran uang di sektor ini hanya terkonsentrasi pada segelintir perusahaan teknologi raksasa yang mendominasi pasar secara absolut. Platform populer seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok tercatat berhasil menguasai lebih dari 90 persen dari keseluruhan pendapatan iklan media sosial global.
Meta bahkan menunjukkan taringnya sebagai penguasa tunggal karena gabungan Facebook dan Instagram saja sanggup melahap 70 persen pangsa pasar iklan sosial dunia. Kondisi ini membuat platform lain seperti LinkedIn, Pinterest, Reddit, hingga X hanya kebagian porsi sisa dari persaingan industri yang sangat ketat.
Ekspansi digital ini juga berdampak besar pada industri televisi karena format iklan video media sosial diprediksi akan menyumbang 40 persen pendapatan TV dan video global pada 2030. Transformasi ini sekaligus menandai babak baru di mana iklan video digital akan menjadi standar utama dalam menjangkau audiens secara global.