Raksasa teknologi global, Meta, dilaporkan tengah bersiap untuk melancarkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 mendatang. Berdasarkan informasi dari sumber internal, kebijakan efisiensi ini diprediksi akan berdampak pada sekitar 8.000 karyawan di berbagai kantor Meta di seluruh penjuru dunia.
Angka pengurangan tersebut merepresentasikan sekitar 10 persen dari total keseluruhan tenaga kerja perusahaan yang mencapai hampir 79.000 orang per akhir Desember 2025. Meskipun jumlah ini tergolong besar, angka tersebut sebenarnya lebih rendah dari rumor sebelumnya yang sempat menyebutkan potensi pemangkasan hingga 20 persen karyawan global.
Dampak Integrasi AI dalam Struktur Perusahaan
Keputusan pahit ini diambil seiring dengan langkah masif CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang telah mengalokasikan dana hingga ratusan miliar dolar untuk pengembangan Artificial Intelligence (AI). Transformasi besar-besaran ini bertujuan merombak sistem kerja internal perusahaan agar menjadi lebih otomatis dan efisien dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Langkah Meta ini dinilai jauh lebih agresif dibandingkan perusahaan teknologi saingannya dalam hal mengintegrasikan AI ke dalam struktur operasional harian. Strategi efisiensi melalui teknologi canggih ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas perusahaan di masa depan.
Statistik Karyawan dan Performa Keuangan
| Kategori Data | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Estimasi Jumlah PHK 2026 | 8.000 Karyawan |
| Total Karyawan (Desember 2025) | 79.000 Orang |
| Total PHK (2022 - 2023) | 21.000 Pekerjaan |
| Pendapatan Tahunan Terakhir | Lebih dari US$ 200 Miliar |
| Laba Perusahaan | US$ 60 Miliar |
| Kenaikan Saham Year-to-Date | 3,68% |
Gelombang PHK tahun 2026 ini tercatat sebagai aksi pengurangan staf paling signifikan sejak restrukturisasi besar pada akhir 2022 hingga awal 2023 yang lalu. Saat periode yang disebut sebagai "tahun efisiensi" tersebut, perusahaan tercatat telah memangkas hingga 21.000 posisi pekerjaan secara bertahap.
Walaupun mengeluarkan biaya investasi AI yang sangat fantastis, Meta tetap berhasil membukukan performa keuangan yang kuat dengan laba mencapai US$ 60 miliar. Kondisi pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan positif bagi saham Meta sejak awal tahun, meskipun belum kembali ke level rekor tertingginya.
Tren pengurangan tenaga kerja akibat optimalisasi kecerdasan buatan ini ternyata tidak hanya dialami oleh Meta, melainkan juga merambah ke perusahaan teknologi besar lainnya. Sebagai perbandingan, Amazon dikabarkan telah memberhentikan sekitar 30.000 karyawannya sebagai langkah efisiensi serupa setelah mengadopsi teknologi AI dalam operasional mereka.