Sebuah unggahan video yang memperlihatkan aktivitas seorang turis asing saat sedang memainkan perangkat DJ di puncak Gunung Batur, Bali, mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di media sosial. Video tersebut diduga kuat merupakan bagian dari proses pengambilan gambar atau syuting video klip di kawasan gunung yang memiliki ketinggian mencapai 1.717 meter di atas permukaan laut tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang warga negara asing tengah beraksi di depan peralatan turntable dan meja berwarna putih dengan latar belakang pemandangan alam yang ikonik. Aktivitas ini juga melibatkan seorang kamerawan yang mengambil gambar dari dua sudut pandang berbeda untuk mendokumentasikan aksi musik sang turis di lokasi sakral tersebut.
Reaksi Publik dan Pemerintah Setempat
Unggahan tersebut segera menarik perhatian luas dan mayoritas warganet melontarkan kritik serta cibiran terhadap aksi pembuatan video klip DJ di area pegunungan itu. Masyarakat menilai tindakan tersebut kurang pantas dilakukan di kawasan konservasi dan area yang sangat dihormati oleh penduduk lokal Bali.
Menanggapi kehebohan ini, Kepala Dinas Pariwisata Bangli, I Wayan Dirga Yusa, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan kebenaran video tersebut. Namun, identitas warga asing yang bersangkutan serta waktu pasti pengambilan video tersebut hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti oleh otoritas terkait.
I Wayan Dirga Yusa juga menjelaskan bahwa terkait pembinaan fungsi pariwisata dan data kejadian, pihaknya masih terus mengumpulkan informasi pendukung di lapangan. Beliau menambahkan bahwa secara legal standing, kewenangan pengelolaan kawasan Gunung Batur berada di bawah kendali Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Detail Informasi Gunung Batur
| Kategori Informasi | Keterangan Detail |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Puncak Gunung Batur, Bangli, Bali |
| Ketinggian Lokasi | 1.717 meter di atas permukaan laut (mdpl) |
| Jenis Kegiatan | Dugaan syuting video klip DJ (Turntable) |
| Otoritas Terkait | BKSDA Bali dan Dinas Pariwisata Bangli |
Kejadian ini menambah daftar panjang kontroversi perilaku wisatawan asing yang mengundang perhatian publik di Pulau Dewata dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu laporan resmi lebih lanjut dari pihak pengelola kawasan hutan lindung terkait perizinan aktivitas komersial tersebut.