Gunakan Foto Palsu Demi Masuk Kedokteran, Joki UTBK di Surabaya Diamankan

Gunakan Foto Palsu Demi Masuk Kedokteran, Joki UTBK di Surabaya Diamankan

Praktik kecurangan melalui jasa joki dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali terungkap di beberapa perguruan tinggi negeri di Surabaya, Jawa Timur. Temuan ini dilaporkan terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serta UPN Veteran Jawa Timur (UPNVJT) dengan modus berupa manipulasi identitas dan pemalsuan dokumen resmi.

Pihak panitia di Unesa berhasil mengamankan seorang joki yang kedapatan menggunakan data diri peserta asli namun mengganti foto profil pada dokumen ujian. Martadi selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa menjelaskan bahwa pelaku sengaja mengganti foto agar joki bisa masuk ke ruang ujian atas nama orang lain.

Kecurigaan panitia muncul setelah tim melakukan validasi silang terhadap data peserta dari tahun-tahun sebelumnya untuk memastikan keaslian identitas. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa foto pelaku pernah digunakan pada tahun lalu namun dengan nama identitas yang berbeda dari pendaftaran saat ini.

Pelaku joki yang tertangkap di Unesa tersebut diketahui sedang mengerjakan ujian untuk seorang peserta yang mengincar program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang. Setelah dilakukan interogasi awal, pelaku langsung diserahkan kepada pihak kepolisian guna menjalani proses hukum lebih lanjut terkait dugaan pemalsuan Kartu Tanda Penduduk dan ijazah.

Martadi menegaskan bahwa kasus ini sudah berada dalam penanganan kepolisian, khususnya di tingkat Polsek untuk dilakukan pendalaman mengenai jaringan tersebut. Sementara itu, kasus serupa juga terdeteksi di lingkungan kampus UPN Veteran Jawa Timur pada pelaksanaan sesi ujian pertama.

Seorang peserta di UPNVJT memicu kecurigaan petugas karena menunjukkan gerak-gerik yang tidak wajar selama proses ujian berlangsung. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik secara mendalam, panitia menemukan adanya ketidakcocokan identitas yang sangat jelas antara peserta dan dokumen yang dibawa.

Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin, memberikan konfirmasi bahwa temuan kecurangan ini telah dicatat secara resmi dalam berita acara pemeriksaan. Pihak kampus juga telah melaporkan insiden ini ke panitia pusat sembari terus melakukan investigasi internal terkait keterlibatan pihak-pihak lain.

Peserta yang diamankan di UPNVJT tersebut diketahui memilih jurusan kedokteran di dua kampus berbeda, yakni Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Jember. Selain itu, terdapat indikasi kuat bahwa data pelaku tersebut juga terhubung dengan pendaftaran lokasi ujian di universitas lain di Surabaya.

Universitas Airlangga (Unair) juga sempat mengendus keberadaan peserta yang masuk dalam daftar pengawasan karena kecocokan data dengan rekam jejak kecurangan tahun lalu. Namun, Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menyatakan bahwa oknum yang dicurigai tersebut ternyata tidak hadir di lokasi ujian.

Pulung menjelaskan bahwa kewaspadaan ditingkatkan karena foto peserta tersebut teridentifikasi identik dengan data pelanggaran pada pelaksanaan UTBK tahun 2025. Meskipun terdapat ancaman kecurangan, Unair memastikan bahwa secara keseluruhan jalannya ujian di lokasi mereka tetap kondusif dan sesuai prosedur.

Pihak panitia penyelenggara terus melakukan pemantauan ketat dan berkoordinasi dengan panitia pusat untuk meminimalisir segala bentuk pelanggaran integritas akademik. Langkah ini diambil guna menjaga keadilan bagi seluruh peserta yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara jujur.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.