Harga Emas dan Perak Kompak Menguat Hari Ini Setelah Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat Hari Ini Setelah Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Harga emas dunia kembali mencatatkan penguatan signifikan pada sesi perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu pagi di Jakarta. Lonjakan nilai logam mulia ini dipicu oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) serta pernyataan diplomatik dari pihak Iran mengenai stabilitas jalur pelayaran global.

Menteri Luar Negeri Iran memberikan kepastian bahwa jalur strategis di Selat Hormuz akan tetap dibuka selama masa gencatan senjata berlangsung. Kabar tersebut berdampak langsung pada penurunan harga minyak mentah yang kemudian meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global.

Rincian Kenaikan Harga Logam Mulia

Berdasarkan data pasar yang dikutip dari CNBC pada Sabtu, 18 April 2026, harga emas di pasar spot terpantau melesat sebesar 1,5 persen. Posisi harga tersebut menyentuh level USD 4.860,39 per ons dengan akumulasi kenaikan mencapai lebih dari 2 persen sepanjang pekan ini.

Kenaikan serupa juga terjadi pada kontrak emas berjangka Amerika Serikat yang mengalami apresiasi sebesar 1,6 persen. Instrumen investasi aman (safe haven) tersebut bertengger di posisi USD 4.883,20 pada penutupan perdagangan terbaru.

Jenis Logam Mulia Harga Per Ons (USD) Persentase Kenaikan
Emas Spot USD 4.860,39 1,5%
Emas Berjangka AS USD 4.883,20 1,6%
Perak Spot USD 81,99 4,6%
Platinum USD 2.130,42 2,1%
Paladium USD 1.588,44 2,4%

Faktor Geopolitik dan Ekonomi Terkini

Pihak Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran mengumumkan bahwa setiap pelayaran kapal yang melintasi selat tersebut akan diarahkan melalui rute yang telah dikoordinasikan. Melalui unggahan di media sosial, otoritas terkait menegaskan kepatuhan pada prosedur navigasi internasional yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan optimis mengenai potensi berakhirnya ketegangan konflik dengan pihak Iran dalam waktu dekat. Meski belum memberikan rincian waktu secara spesifik, pernyataan ini turut memberikan sentimen positif bagi kondisi pasar finansial global.

Peter Grant, selaku Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menilai pembukaan kembali selat tersebut sebagai peristiwa yang sangat krusial. Menurutnya, tekanan pada harga minyak akan meredakan ketakutan akan inflasi dan menghidupkan kembali harapan pasar terhadap penurunan suku bunga.

Grant juga memprediksi bahwa dalam jangka pendek, harga emas memiliki potensi kuat untuk kembali merangkak naik. Ia melihat adanya kemungkinan besar bagi komoditas emas untuk menembus kembali level psikologis di atas USD 5.000 per ons.

Dinamika Mata Uang dan Pasar Komoditas

Penurunan nilai mata uang dolar AS dan merosotnya harga minyak mentah terjadi secara bersamaan setelah pengumuman pembukaan jalur pelayaran Hormuz. Kondisi mata uang AS yang melemah ini secara otomatis membuat kepemilikan emas menjadi lebih terjangkau dan menarik bagi para kolektor mata uang asing lainnya.

Sebelumnya, harga emas di pasar spot sempat mengalami tekanan hebat pasca ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Lonjakan harga energi saat itu memicu kekhawatiran inflasi tinggi yang sempat memupuskan ekspektasi investor akan adanya pelonggaran kebijakan suku bunga.

Secara historis, emas cenderung kehilangan daya tariknya saat biaya pinjaman atau suku bunga berada di level yang tinggi karena aset ini tidak menghasilkan bunga secara langsung. Oleh karena itu, meredanya isu inflasi menjadi angin segar bagi para pemegang aset logam mulia di seluruh dunia.

Hambatan Impor dan Harga Logam Lainnya

Kabar lain dari sektor perdagangan menunjukkan adanya kendala di India, di mana bank-bank di negara tersebut terpaksa menghentikan pesanan emas dan perak luar negeri. Sejumlah besar tonase logam mulia dilaporkan tertahan di bea cukai akibat belum terbitnya izin impor resmi dari pemerintah setempat.

Selain emas, komoditas perak spot juga mencatatkan kinerja gemilang dengan kenaikan tajam mencapai 4,6 persen di level USD 81,99 per ons. Kenaikan harga perak ini merupakan bagian dari tren positif mingguan yang mencapai total pertumbuhan sebesar 8 persen.

Logam grup platina juga tidak ketinggalan tren penguatan dengan platinum yang naik 2,1 persen menuju angka USD 2.130,42 per ons. Sementara itu, paladium bertambah nilainya sebesar 2,4 persen ke level USD 1.588,44, memastikan kedua logam tersebut berada dalam jalur kenaikan mingguan yang stabil.

Kondisi pasar yang dinamis ini terus dipantau oleh para pelaku industri, terutama dengan fluktuasi harga emas Antam dan Pegadaian di pasar domestik. Para investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan rincian harga harian guna menentukan langkah investasi yang tepat di tengah ketidakpastian global.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.