PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN), yang berada di bawah naungan konglomerat Hary Tanoesoedibjo, secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk menggabungkan dua platform over-the-top (OTT) miliknya, yaitu RCTI+ dan Vision+. Keputusan penggabungan ini bertujuan untuk memperkokoh fundamental operasional serta memaksimalkan potensi monetisasi dari kedua layanan digital tersebut di masa mendatang.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo, menjelaskan bahwa langkah penyatuan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang dari sisi efisiensi biaya maupun peluang pendapatan perusahaan. Menurut Angela, saat ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi RCTI+ dan Vision+ untuk melebur demi menciptakan sinergi bisnis yang lebih kuat dan terintegrasi.
Pihak manajemen MSIN berharap penggabungan ini mampu memberikan pengalaman yang lebih memuaskan bagi para pengguna di segmen pasar layanan konten digital. Melalui integrasi ini, perusahaan juga menargetkan peningkatan volume penjualan melalui berbagai strategi pemasaran yang lebih optimal setelah kedua platform tersebut menjadi satu kesatuan.
Saat ini, proses perencanaan mendalam sedang disusun oleh tim internal perusahaan untuk memastikan transisi berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan. Fokus utama dari kebijakan ini tetap pada upaya maksimalisasi operasional harian serta peningkatan efektivitas monetisasi konten yang ditawarkan kepada masyarakat luas.
Performa Keuangan dan Pertumbuhan Eksponensial MSIN
Berdasarkan data dari laporan keuangan terbaru, MSIN menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang tahun 2025 dengan meraih total pendapatan sebesar Rp3,83 triliun. Capaian tersebut menandakan pertumbuhan yang signifikan sebesar 18% secara tahunan (Year-on-Year) jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang senilai Rp3,23 triliun.
Pertumbuhan yang pesat ini didorong oleh perluasan ekosistem digital perusahaan yang dilakukan secara konsisten melalui berbagai lini konten kreatif dan kepemilikan hak intelektual (IP). Selain itu, performa solid dari sektor langganan berbayar serta iklan digital di berbagai platform milik MNC Digital turut menjadi kontributor utama dalam keberhasilan finansial ini.
| Kategori Pendapatan | Tahun 2024 (Rp Miliar) | Tahun 2025 (Rp Miliar) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|---|
| Iklan Online (RCTI+) | 836,65 | 856,91 | 2% |
| Pendapatan Langganan (Vision+) | 735,53 | 869,17 | 18% |
| Total Pendapatan Perusahaan | 3.230,00 | 3.830,00 | 18% |
Pendapatan dari sektor iklan online menyumbang angka sebesar Rp856,91 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh tipis sekitar 2% dari angka Rp836,65 miliar di tahun sebelumnya. Aliran dana ini mayoritas bersumber dari penempatan iklan pada platform Advertising Video on Demand (AVOD) milik MSIN, yakni RCTI+.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa permintaan pasar terhadap format iklan video digital tetap tinggi dan berkelanjutan di tengah persaingan industri media yang semakin ketat. Hal ini juga didukung oleh tawaran konten RCTI+ yang kian variatif, tingkat keterlibatan pengguna yang kuat, serta kemampuan platform dalam menyajikan kampanye iklan yang terukur.
Peningkatan Pengguna dan Strategi Masa Depan
Di sisi lain, sektor pendapatan dari langganan mencatatkan lonjakan tajam sebesar 18% menjadi Rp869,17 miliar pada tahun 2025 dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp735,53 miliar. Kenaikan drastis ini dipicu oleh ekspansi agresif dari platform Vision+ yang berhasil menarik minat lebih banyak pelanggan premium di Indonesia.
Secara statistik, Vision+ mengalami pertumbuhan jumlah pengguna aktif yang sangat mencolok, yakni meningkat dari 2,85 juta pelanggan pada 2024 menjadi 4,9 juta pelanggan pada akhir 2025. Data ini menegaskan bahwa kedua lini bisnis OTT milik MSIN tersebut memiliki peran yang sangat krusial dalam menopang kekuatan fundamental ekonomi perusahaan.
| Indikator Pertumbuhan | Tahun 2024 | Tahun 2025 |
|---|---|---|
| Jumlah Pelanggan Vision+ | 2,85 Juta | 4,9 Juta |
Meskipun rencana penggabungan sudah dipastikan, pihak manajemen MSIN hingga kini belum memberikan rincian waktu yang pasti mengenai kapan eksekusi merger ini akan dilakukan sepenuhnya. Angela Tanoesoedibjo menegaskan kembali bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan perjalanan pengguna atau user journey di dalam aplikasi menjadi lebih mulus.
Dengan adanya penyatuan ini, diharapkan pengalaman pengguna dalam menikmati konten digital akan jauh meningkat sehingga mempermudah proses upselling layanan kepada konsumen. Sinergi antara RCTI+ dan Vision+ diharapkan menjadi kekuatan baru bagi MNC Digital Entertainment dalam mendominasi pasar media dan hiburan digital di tanah air.