Indeks Bisnis-27 Dibuka Naik Berkat Sokongan Saham ASII, UNTR, dan BRPT

Indeks Bisnis-27 Dibuka Naik Berkat Sokongan Saham ASII, UNTR, dan BRPT

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan pada pagi hari Jumat, 17 April 2026, dengan menorehkan performa positif di zona hijau. Kenaikan nilai indeks yang merupakan hasil kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harian Bisnis Indonesia ini dipicu oleh penguatan signifikan pada beberapa saham unggulan seperti ASII, UNTR, dan BRPT.

Data resmi dari lantai bursa menunjukkan bahwa Indeks Bisnis-27 dibuka pada posisi 501,75 dan terus menunjukkan pergerakan aktif. Sepanjang sesi awal perdagangan tersebut, angka indeks berfluktuasi dengan rentang pergerakan yang berada di kisaran level 501,60 hingga mencapai puncaknya di 503,71.

Dinamika pasar pagi ini memperlihatkan komposisi pergerakan yang cukup berimbang di antara para penghuni daftar indeks tersebut. Dari total 27 konstituen yang terdaftar, tercatat sebanyak 9 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 9 saham lainnya bertahan di posisi stagnan dan 9 saham sisanya harus terkoreksi di zona merah.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) tampil sebagai penggerak utama atau leader dalam penguatan indeks kali ini dengan lonjakan sebesar 2,02 persen. Emiten holding otomotif dan serba usaha tersebut naik 125 poin sehingga berhasil menyentuh level harga Rp6.325 per lembar saham pada pembukaan perdagangan.

Menyusul di posisi berikutnya, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 1,59 persen. Penguatan ini membawa harga saham emiten yang bergerak di sektor alat berat tersebut merangkak naik menuju level Rp31.975 per lembar.

Tidak hanya itu, emiten lain yang turut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks adalah PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menguat sebesar 1,32 persen ke level Rp2.300. Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga ikut menanjak 1,08 persen ke harga Rp4.690, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,81 persen menjadi Rp3.730.

Sebaliknya, beberapa saham justru mengalami tekanan jual dan harus terpuruk di zona negatif pada pembukaan pagi ini. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan sebesar 1,95 persen yang menyeret harganya ke posisi Rp1.510.

Koreksi juga membayangi saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang terdepresiasi sebesar 0,99 persen sehingga parkir di level harga Rp4.020. Sementara itu, emiten pengelola rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) juga terpantau turun 0,83 persen dan berada di angka Rp1.190 per lembar saham.

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Sejalan dengan penguatan pada Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan tajinya dengan dibuka pada level 7.645,80. Hanya berselang beberapa saat setelah bel pembukaan berbunyi, IHSG terpantau menguat sebesar 0,28 persen di tengah aktivitas transaksi yang dinamis.

Kondisi pasar secara keseluruhan memperlihatkan bahwa mayoritas saham di bursa sedang mengalami tren kenaikan harga. Tercatat ada 283 saham yang berhasil menguat, 134 saham yang bergerak melemah, sedangkan 227 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau tetap di posisi sebelumnya.

Nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia pada saat pembukaan tersebut berada pada posisi yang cukup masif yakni mencapai angka Rp13.642 triliun. Angka ini mencerminkan antusiasme investor di tengah rilis berbagai sentimen ekonomi dan laporan kinerja emiten yang mewarnai pasar saham domestik.

Rincian Pergerakan Saham Pilihan

Kode Emiten Nama Perusahaan Perubahan (%) Harga Terakhir (Rp)
ASII Astra International Tbk. +2,02% 6.325
UNTR United Tractors Tbk. +1,59% 31.975
BRPT Barito Pacific Tbk. +1,32% 2.300
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. +1,08% 4.690
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. +0,81% 3.730
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. -1,95% 1.510
ANTM Aneka Tambang Tbk. -0,99% 4.020
HEAL Medikaloka Hermina Tbk. -0,83% 1.190

Penting untuk diingat bahwa laporan pergerakan pasar ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan resmi untuk melakukan transaksi beli atau jual saham tertentu. Segala bentuk risiko investasi, baik berupa kerugian maupun keuntungan yang didapat, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi dari masing-masing investor.

Beberapa berita lain yang juga menarik perhatian pasar meliputi antrean 16 perusahaan yang berencana melakukan IPO dengan dominasi dari sektor kesehatan. Selain itu, sentimen terkait fluktuasi harga minyak dunia yang sempat merosot hingga level US$92,41 per barel turut menjadi sorotan para pelaku pasar modal.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.