Indeks Bisnis-27 mengakhiri sesi perdagangan pada Kamis (23/4/2026) dengan berada di zona merah setelah mengalami penurunan sebesar 1,96 persen. Berdasarkan data penutupan, indeks yang menjadi acuan ini merosot hingga ke level 488,48 yang dipicu oleh melemahnya sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan indeks hasil kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harian Bisnis Indonesia ini menunjukkan koreksi sebesar 9,78 poin sepanjang hari ini. Rentang pergerakan indeks terpantau berada di angka terendah 488,17 hingga sempat menyentuh posisi tertinggi di level 500,64 sebelum akhirnya terkoreksi.
Daftar Emiten Penekan dan Penguat Indeks
Dari total 27 emiten yang terdaftar sebagai konstituen, tercatat hanya enam saham yang berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Sementara itu, satu saham terpantau tidak mengalami perubahan harga atau stagnan, sedangkan 20 saham lainnya harus ditutup melemah di zona merah.
Saham raksasa PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi beban utama pergerakan indeks dengan penurunan tajam sebesar 4,17 persen atau menyusut 275 poin. Akibat pelemahan signifikan tersebut, harga saham ASII kini berada di level Rp6.325 per lembar saham pada penutupan perdagangan hari ini.
Kondisi serupa dialami oleh saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang juga mencatatkan penurunan sebesar 4,17 persen menuju level Rp230 per saham. Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tidak ketinggalan terseret jatuh dengan koreksi harga sebesar 4 persen.
Selain ketiga saham tersebut, saham sektor kesehatan dan farmasi seperti HEAL terpantau melemah sebesar 3,27 persen di pasar modal. Penurunan ini juga diikuti oleh saham KLBF yang terkoreksi 3,19 persen, menambah panjang daftar emiten pemberat kinerja Indeks Bisnis-27.
Di sisi lain, beberapa saham masih mampu menunjukkan performa positif dan memberikan dorongan bagi indeks di tengah tren penurunan pasar. Saham MEDC memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 5,88 persen, diikuti oleh saham MYOR yang tumbuh sebesar 3,41 persen.
Emiten konsumsi lainnya, JPFA, turut memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,08 persen pada penutupan sore ini. Meskipun ada beberapa saham yang menguat, dominasi sentimen negatif dari saham-saham perbankan dan otomotif tetap menekan posisi indeks secara keseluruhan.
Data Kinerja Saham Konstituen Bisnis-27
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga Penutupan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Astra International | ASII | -4,17% | 6.325 |
| Bumi Resources | BUMI | -4,17% | 230 |
| Telkom Indonesia | TLKM | -4,00% | - |
| Medco Energi | MEDC | +5,88% | - |
| Mayora Indah | MYOR | +3,41% | - |
| Japfa Comfeed | JPFA | +3,08% | - |
IHSG Ikut Terperosok di Zona Merah
Sejalan dengan penurunan Indeks Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan kinerja negatif pada penutupan perdagangan Kamis (23/9/2026). Data dari RTI Infokom menunjukkan IHSG berakhir di posisi 7.378,60 atau turun cukup dalam sebesar 2,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Selama jam perdagangan hari ini, indeks komposit terpantau bergerak fluktuatif di dalam rentang angka terendah 7.378 hingga level tertinggi 7.582. Kondisi pasar secara umum memang sedang dalam tekanan jual yang cukup masif di hampir seluruh sektor saham utama.
Secara rinci, terdapat sebanyak 505 saham yang mengalami penurunan harga, sementara hanya 192 saham yang terpantau masih mampu bergerak menguat. Sisanya, sebanyak 123 saham tercatat tidak mengalami perubahan harga atau bergerak di tempat pada perdagangan bursa hari ini.
Kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia secara total kini terpantau berada pada nilai Rp13.206 triliun di tengah kondisi pelemahan indeks saat ini. Volume perdagangan mencapai 53,9 miliar saham dengan total nilai transaksi harian yang cukup besar yakni mencapai Rp20,41 triliun.
Statistik Perdagangan IHSG
| Kategori Data | Nilai/Jumlah |
|---|---|
| Posisi Penutupan IHSG | 7.378,60 |
| Persentase Penurunan | 2,16% |
| Saham Menguat | 192 |
| Saham Melemah | 505 |
| Saham Stagnan | 123 |
| Nilai Transaksi | Rp20,41 Triliun |
| Volume Perdagangan | 53,9 Miliar Saham |
Pihak redaksi menyampaikan bahwa pemberitaan ini merupakan informasi perkembangan pasar dan tidak bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan aksi jual atau beli. Segala keputusan terkait investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
Beberapa topik hangat lainnya yang turut memengaruhi sentimen pasar di antaranya adalah pengumuman indeks MSCI serta fluktuasi harga minyak mentah di Selat Hormuz. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar rupiah dan kondisi defisit APBN yang dapat memengaruhi pergerakan pasar modal ke depan.