Tiga emiten besar dari berbagai sektor industri dijadwalkan akan memasuki masa cum dividen pada perdagangan bursa hari Jumat, 17 April 2026. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), serta PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).
Berdasarkan data yang dihimpun pada Kamis, 16 April 2026, jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ini menjadi momen penting bagi investor yang mengincar imbal hasil dari laba tahun buku 2025. Perlu dicatat bahwa para pemegang saham yang ingin mendapatkan hak dividen tersebut harus terdaftar secara resmi sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh otoritas bursa.
Detail Pembagian Dividen Cimory (CMRY)
Produsen produk olahan susu dan yogurt ternama, CMRY, berencana mengalokasikan dividen final senilai total Rp793,46 miliar kepada para pemegang sahamnya yang dijadwalkan cair pada 30 April 2026. Jika ditotalkan secara keseluruhan, dividen CMRY mencapai angka Rp1,59 triliun yang terdiri dari porsi interim dan dividen final dengan besaran masing-masing Rp793,46 miliar.
Pembayaran yang dilakukan pada akhir April 2026 ini merupakan sisa dari pendistribusian laba bersih perseroan untuk performa sepanjang tahun buku 2025. Langkah korporasi ini sebelumnya telah mendapatkan mandat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 9 April 2026 silam.
Manajemen dari Cimory Grup telah menyepakati bahwa besaran dividen untuk tahap final adalah senilai Rp100 per lembar saham bagi seluruh investor yang berhak. Angka tersebut melengkapi nilai yang sama yang sebelumnya telah dibayarkan oleh perusahaan sebagai dividen interim kepada para pemegang sahamnya.
Alokasi Dividen Bank OCBC NISP (NISP)
Selanjutnya, PT Bank OCBC NISP Tbk. juga mengumumkan pelaksanaan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan nilai sebesar Rp45 untuk setiap lembar saham. Total dana yang dikucurkan oleh pihak perseroan untuk keperluan pembagian laba ini mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar Rp1,03 triliun.
Besaran total dividen tersebut setara dengan payout ratio sebesar 20,42% dari seluruh perolehan laba bersih yang berhasil dicatatkan oleh pihak bank sepanjang tahun 2025. Pelaksanaan pembagian dividen tunai ini telah mendapatkan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada tanggal 9 April 2026.
Pihak manajemen Bank OCBC NISP menyatakan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia bahwa perseroan siap melaksanakan komitmen pembagian laba kepada investor. Informasi tersebut dipublikasikan secara luas kepada publik pada Minggu, 12 April 2026, sebagai bentuk transparansi perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentingan.
Kontribusi Dividen Sido Muncul (SIDO)
Emiten farmasi dan jamu terkemuka asal Semarang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), juga turut membagikan dividen final senilai Rp441,5 miliar. Besaran tersebut setara dengan Rp15 per lembar saham yang diberikan sebagai apresiasi atas dukungan investor terhadap kinerja perusahaan selama tahun 2025.
Pengumuman resmi mengenai pembagian keuntungan ini disampaikan manajemen dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Sido Muncul pada Kamis, 9 April 2026. Sebelumnya, SIDO juga diketahui telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp647,6 miliar yang sudah didistribusikan kepada investor sejak bulan November 2025 yang lalu.
Secara kumulatif, total keseluruhan dividen yang diberikan oleh SIDO untuk tahun buku 2025 mencapai angka Rp1,1 triliun dengan rasio pembayaran yang cukup tinggi. Rasio pembayaran atau payout ratio yang ditetapkan mencapai 90% dari total laba bersih tahun berjalan, yang menunjukkan kuatnya komitmen perusahaan dalam memberikan keuntungan bagi pemegang saham.
Ringkasan Statistik Dividen Tiga Emiten
| Nama Emiten (Kode Saham) | Nilai Dividen per Saham | Total Dividen (Final/Tunai) | Jadwal Cum Dividen |
|---|---|---|---|
| Cisarua Mountain Dairy (CMRY) | Rp100 | Rp793,46 Miliar | 17 April 2026 |
| Bank OCBC NISP (NISP) | Rp45 | Rp1,03 Triliun | 17 April 2026 |
| Sido Muncul (SIDO) | Rp15 | Rp441,5 Miliar | 17 April 2026 |
Keputusan strategis yang diambil oleh ketiga emiten ini merupakan bagian dari upaya manajemen untuk memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi para investor setianya. Hal ini tetap dilakukan meski kondisi ekonomi global dan domestik pada saat itu diprediksi masih menghadapi berbagai macam tantangan serta ketidakpastian yang signifikan.
Pihak redaksi menegaskan bahwa artikel ini merupakan penyampaian informasi publik dan tidak mengandung unsur ajakan untuk melakukan aksi beli maupun jual pada saham tertentu. Segala keputusan investasi yang diambil merupakan tanggung jawab pribadi pembaca, dan pihak Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang muncul kemudian hari.