Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat SMP sederajat bakal terbagi ke dalam sejumlah sesi. Hal tersebut ia sampaikan secara langsung saat meninjau jalannya ujian di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (6/4/2026).
Pelaksanaan ujian dibagi menjadi beberapa sif atau gelombang mengingat jumlah peserta didik yang terlibat sangat besar. Untuk sesi pertama, pengerjaan soal dimulai sejak pukul 07.00 hingga 08.45 WIB, sementara sesi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.15 sampai 11.00 WIB.
Ujian di wilayah lain di luar zona WIB akan tetap mengikuti jadwal yang sama, namun dilakukan penyesuaian berdasarkan perbedaan zona waktu setempat. Secara umum, periode pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dan sederajat tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 16 April 2026.
Rincian Jadwal dan Sesi TKA SMP 2026
Pada hari pertama, siswa akan mengikuti sesi latihan selama 10 menit yang dilanjutkan dengan pengerjaan materi Matematika dan Numerasi sebanyak 30 soal selama 75 menit. Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan pengisian Survei Karakter yang dialokasikan waktu selama 20 menit.
| Sesi Ujian | Waktu Indonesia Barat (WIB) | Waktu Indonesia Tengah (WITA) | Waktu Indonesia Timur (WIT) |
|---|---|---|---|
| Sesi 1 | 07.00 – 08.45 | 08.00 – 09.45 | 09.00 – 10.45 |
| Sesi 2 | 09.15 – 11.00 | 10.15 – 12.00 | 11.15 – 13.00 |
| Sesi 3 | 11.30 – 13.15 | 12.30 – 14.15 | 13.30 – 15.15 |
| Sesi 4 | 13.45 – 15.30 | 14.45 – 16.30 | Tidak Dibuka |
Memasuki hari kedua, peserta kembali menjalani latihan selama 10 menit sebelum mengerjakan 30 soal Bahasa Indonesia dan Literasi dalam durasi 75 menit. Tahap akhir dari pelaksanaan di hari kedua adalah pengisian Survei Lingkungan Belajar dengan durasi waktu selama 20 menit.
Materi soal yang diujikan dalam TKA ini merupakan gabungan dari naskah soal yang disusun oleh pemerintah pusat serta kontribusi dari masing-masing daerah. Penyelenggaraan ini diharapkan dapat memetakan kualitas pendidikan dasar secara akurat melalui kombinasi soal literasi, numerasi, serta evaluasi lingkungan belajar.