Timnas Malaysia U-17 mencatatkan perjalanan yang luar biasa sepanjang turnamen Piala AFF U-17 2026 yang berlangsung di Indonesia. Meskipun sempat tampil kurang meyakinkan pada awal kompetisi, skuad berjuluk Harimau Muda ini berhasil membalikkan keadaan hingga mencapai babak puncak.
Pada awal turnamen, banyak pihak yang meragukan kapasitas Malaysia dan memprediksi mereka akan gugur lebih awal di fase grup. Hal ini terjadi setelah Timnas Malaysia U-17 menderita kekalahan telak dengan skor 0-4 saat menghadapi Vietnam pada laga pembuka.
Kekalahan memalukan tersebut dialami tim asuhan Shukor Adan saat bertanding di Stadion Gelora Joko Samudro pada 13 April 2026. Penampilan para pemain Malaysia saat itu dianggap sangat buruk sehingga menuai banyak kritik tajam dari berbagai kalangan penggemar sepak bola.
Namun, Harimau Muda mampu menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit secara mengejutkan pada dua pertandingan sisa di Grup A. Mereka berhasil menyapu bersih laga-laga berikutnya dengan kemenangan yang sangat krusial bagi langkah tim ke babak selanjutnya.
Kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Timnas Indonesia U-17 menjadi titik balik utama bagi kebangkitan mentalitas para pemain muda Malaysia. Keberhasilan menundukkan Garuda Muda di hadapan pendukungnya sendiri membuat kepercayaan diri tim meningkat pesat hingga akhirnya mereka dipastikan lolos ke semifinal.
Pertandingan melawan Indonesia di Gresik tersebut berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi dan penuh dengan tekanan sepanjang laga. Bahkan, ekspresi pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menjadi sorotan kamera karena menunjukkan kekecewaan yang mendalam setelah timnya gagal menembus pertahanan lawan.
Dominasi di Semifinal dan Ambisi Balas Dendam
Laju impresif Timnas Malaysia U-17 terus berlanjut tanpa hambatan berarti ketika mereka memasuki fase gugur di babak semifinal. Bertanding di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, mereka tampil sangat dominan dan berhasil mengamankan tiket ke partai final dengan hasil yang meyakinkan.
Malaysia sukses mengandaskan perlawanan Timnas Laos U-17 dengan skor telak 3-0 pada pertandingan yang digelar Rabu, 22 April 2026. Kemenangan ini sekaligus memastikan bahwa Harimau Muda akan kembali bertemu dengan rival lama mereka di partai perebutan gelar juara.
Laga final nanti akan menjadi kesempatan emas bagi skuad Malaysia untuk membalaskan dendam atas kekalahan menyakitkan di awal turnamen. Mereka akan kembali berhadapan dengan Timnas Vietnam U-17 yang juga berhasil memastikan diri melaju ke babak final Piala AFF U-17 2026.
Vietnam sendiri melaju ke partai puncak setelah melalui perjuangan keras menyingkirkan tim kuat Australia di babak semifinal. Pertemuan kembali antara Malaysia dan Vietnam di Stadion Gelora Delta pada hari Jumat mendatang diprediksi akan berlangsung sangat sengit.
Mentalitas Tangguh di Bawah Arahan Shukor Adan
Pelatih Shukor Adan mengungkapkan bahwa anak asuhnya sempat berada di titik terendah setelah dihajar empat gol tanpa balas oleh Vietnam. Namun, ia merasa sangat bangga karena para pemainnya mampu menunjukkan ketegaran dan justru menjadi lebih kuat di tengah badai kritik.
"Yang menarik dari tim ini adalah tekad para pemain untuk bangkit kembali setelah kalah 0-4 dari Vietnam di pertandingan pertama Grup A, kemudian berhasil mengalahkan Indonesia 1-0 dan Timor Leste 2-0. Sikap pantang menyerah inilah yang membawa mereka ke semifinal," ungkap Shukor Adan memuji perjuangan timnya.
Berikut adalah rincian perjalanan serta hasil pertandingan yang dilalui oleh Timnas Malaysia U-17 hingga mencapai babak final:
| Fase Pertandingan | Lawan Bertanding | Skor Akhir | Status Hasil |
|---|---|---|---|
| Grup A (Laga 1) | Vietnam U-17 | 0 - 4 | Kalah |
| Grup A (Laga 2) | Indonesia U-17 | 1 - 0 | Menang |
| Grup A (Laga 3) | Timor Leste U-17 | 2 - 0 | Menang |
| Semifinal | Laos U-17 | 3 - 0 | Menang |
| Final | Vietnam U-17 | TBD | Akan Datang |
Keberhasilan ini membuktikan bahwa proses evaluasi dan kedisiplinan yang diterapkan oleh tim kepelatihan Malaysia berjalan dengan sangat efektif. Kini, fokus utama mereka adalah mengamankan trofi juara sekaligus membuktikan bahwa kekalahan telak di awal hanyalah sebuah kecelakaan semata.
Masyarakat sepak bola Asia Tenggara kini menantikan apakah Harimau Muda sanggup menuntaskan misi balas dendam mereka terhadap Vietnam. Pertandingan final ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi pembuktian siapa tim remaja terbaik di kawasan ini.