Kisah Romli Anak Petani yang Sempat Kendala Biaya Kuliah Kini Jadi Lulusan Terbaik UIN Madura

Kisah Romli Anak Petani yang Sempat Kendala Biaya Kuliah Kini Jadi Lulusan Terbaik UIN Madura

Perjalanan akademik menuju kelulusan dari perguruan tinggi sering kali diwarnai oleh berbagai kisah perjuangan yang menginspirasi, baik yang berjalan mulus maupun yang penuh tantangan sejak masa awal perkuliahan. Salah satu potret kegigihan ini ditunjukkan oleh Muhammad Romli, mahasiswa UIN Madura yang sukses menyelesaikan studinya meski harus menghadapi berbagai hambatan ekonomi yang signifikan.

Romli tidak hanya berhasil lulus, tetapi juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik di Program Studi Hukum Tata Negara dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,93. Prestasi luar biasa ini menjadi bukti konkret bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih capaian akademik tertinggi di kampus.

Rasa syukur mendalam dirasakan oleh Romli atas pencapaian tersebut, yang ia persembahkan sepenuhnya sebagai kado spesial bagi kedua orang tuanya yang telah berkorban demi pendidikannya. Ia mengakui bahwa kesuksesan ini merupakan balasan atas segala upaya luar biasa yang dilakukan orang tuanya, bahkan di saat kondisi keuangan mereka berada di luar batas kemampuan.

Perjuangan Biaya Kuliah dan Latar Belakang Keluarga

Kisah perjuangan Romli bermula saat ia harus meminjam uang kepada kerabat hanya untuk membayar biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) pertama kali saat mendaftar di UIN Madura. Sebagai anak dari seorang petani dengan kondisi ekonomi yang sangat sederhana, menempuh jalur pendidikan tinggi merupakan tantangan besar yang menuntut pengorbanan ekstra dari keluarganya.

Meskipun hidup dalam keterbatasan, orang tua Romli berhasil membuktikan komitmen besar mereka terhadap pendidikan dengan mengantarkan anak-anaknya meraih gelar akademis. Hingga saat ini, keluarga tersebut telah melahirkan dua orang sarjana dan satu orang magister, sementara anak bungsu mereka masih menempuh pendidikan di tingkat Madrasah Aliyah.

Anggota Keluarga Status Pendidikan / Gelar
Kakak Pertama Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Kakak Kedua Magister Pendidikan (M.Pd.)
Muhammad Romli Sarjana Hukum (S.H.) - IPK 3,93
Adik Bungsu Kelas 3 Madrasah Aliyah (MA)

Dukungan Beasiswa dan Manajemen Waktu

Kesulitan ekonomi sempat memuncak ketika Romli sedang kuliah sementara kakak keduanya tengah menempuh studi S2 di Malang, yang menuntut pengeluaran biaya sangat besar. Beruntung, beban tersebut mulai terasa ringan setelah ia berhasil memperoleh beasiswa GenBI pada semester tiga dan empat masa perkuliahannya.

Selain mengandalkan bantuan dana, Romli memiliki prinsip kuat dalam menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan aktivitas organisasi di lingkungan kampus. Meski sempat mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), ia tetap menempatkan prioritas belajar di atas segala kesibukan organisasi yang ia jalani.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: edukasi.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.