Kementerian Keuangan Malaysia baru saja memberikan pengakuan terkait kondisi ketahanan energi negara tersebut yang masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Hal ini diperburuk oleh eskalasi konflik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz yang berdampak langsung pada kelancaran distribusi energi nasional.
Defisit Produksi dan Kenaikan Biaya Logistik
Malaysia saat ini menghadapi celah yang cukup lebar antara tingkat konsumsi harian dengan kemampuan produksi minyak mentah di dalam negeri. Berdasarkan data resmi, konsumsi minyak warga Malaysia mencapai 700.000 barel per hari, namun produksi domestik hanya mampu menyuplai setengahnya atau sekitar 350.000 barel per hari.
Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan bahwa gangguan pasokan ini memicu lonjakan harga minyak mentah yang mencapai hampir 40 persen. Selain kenaikan harga komoditas, pemerintah juga harus menanggung pembengkakan pengeluaran pada sektor logistik dan premi asuransi pengiriman.
| Kategori Data | Volume / Persentase |
|---|---|
| Konsumsi Minyak Harian | 700.000 Barel |
| Produksi Minyak Domestik | 350.000 Barel |
| Impor Melalui Selat Hormuz | 38% - 40% |
| Pasokan dari Asia Tenggara & Afrika | 7% |
| Pasokan dari Asia Barat & Lainnya | 7% |
Ketergantungan pada Jalur Selat Hormuz
Kebutuhan kilang minyak di Malaysia terhadap pasokan impor sangat krusial demi menjamin ketersediaan bensin, solar, LPG, hingga bahan bakar jet. Masalahnya, hampir 40 persen dari total impor tersebut harus melewati Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik panas konflik geopolitik global.
Secara rinci, pemenuhan kebutuhan minyak Malaysia bersumber dari 48 persen produksi lokal, sedangkan 38 persen lainnya didatangkan melewati jalur Selat Hormuz. Sisanya, pasokan sebesar 7 persen berasal dari wilayah Asia Tenggara serta Afrika Barat, dan 7 persen lainnya diambil dari kawasan Asia Barat.
Peran Petronas dalam Menjaga Stabilitas
Mengenai operasional pemurnian, Petronas bertanggung jawab mengolah 48 persen produk minyak bumi, sementara 52 persen sisanya dikelola oleh perusahaan minyak swasta lainnya. Di tengah tantangan ini, Petronas mengonfirmasi kedatangan kapal Ocean Thunder yang membawa satu juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak.
Kehadiran pasokan besar dari Irak ini dipandang sebagai kabar positif bagi keberlanjutan operasional perusahaan energi milik negara tersebut. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas stok bahan bakar nasional dan memperkuat ketahanan energi Malaysia di masa sulit.