Memproyeksikan Arah Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia

Memproyeksikan Arah Harga Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia

Harga emas global bakal mengalami pengaruh dari sentimen geopolitik serta data ekonomi Amerika Serikat dalam pekan ini.

Menurut prediksi, harga emas diperkirakan akan mengalami penguatan seiring dengan survei terbaru dari Kitco News yang menunjukkan bahwa Wall Street dan Main Street kembali optimis. Kenaikan harga emas ini juga didorong oleh harapan akan resolusi jangka panjang atas konflik di Iran setelah empat minggu terakhir mengalami tren positif.

Sebanyak 10 analis terlibat dalam survei Kitco, dan mayoritas dari mereka memprediksi bahwa gencatan senjata akan berkontribusi terhadap kenaikan harga emas. Dari total analis tersebut, delapan atau 80% memproyeksikan harga emas akan mengalami kenaikan, sedangkan dua analis lainnya memperkirakan adanya koreksi.

Survei Investor Main Street

Dari hasil jajak pendapat daring yang diadakan oleh Kitco, sentimen di kalangan investor Main Street juga menunjukkan perbaikan, seiring harapan terhadap perdamaian. Sekitar 33 pedagang ritel, yang setara dengan 70%, memprediksi bahwa harga emas akan naik pekan ini, sementara sembilan atau 19% memperkirakan akan terjadi penurunan.

Presiden dan COO Asset Strategies International menyatakan bahwa emas dan perak terlihat memperoleh keuntungan dari kondisi yang lebih tenang di Timur Tengah. Dia berpendapat bahwa selama gencatan senjata di antara AS dan Iran serta Israel dan Lebanon terus berlanjut, harga emas dan perak seharusnya dapat pulih.

Pandangan Berbeda dari Analis Barchart

Namun, analis senior dari Barchart.com, Darin Newsom, justru memprediksi harga emas akan mengalami penurunan. Ia menilai bahwa harga emas untuk kontrak Juni mendekati rata-rata pergerakan 50 hari pada level USD 4.938,50 dan meminta perhatian khusus terhadap indikator teknis yang belum terlampaui.

Newsom melanjutkan bahwa indikator lainnya menunjukkan bahwa kontrak berjangka emas saat ini berada dalam kondisi jenuh beli. Ia pun mengingatkan tentang pentingnya perkembangan di media sosial dan berita utama yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan.

Perhatian Pasar Terhadap Reaksi Kebijakan

Sementara itu, analis senior FXPro, Alex Kuptsikevich, juga berbagi opini bahwa harga emas kemungkinan akan turun pekan ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini emas telah menyentuh kisaran USD 4.900, mengingat reaksi terhadap de-eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter.

Kuptsikevich menambahakan bahwa ketidakpastian dalam kebijakan Gedung Putih dan penurunan kepercayaan terhadap dolar AS mungkin akan mendukung harga emas, meski pasar harus tetap waspada terhadap reaksi ‘beli rumor, jual fakta’ yang mungkin terjadi.

Prediksi Berbasis Analisis Teknikal

Meskipun tren kenaikan pasar emas masih terjaga, laju pertumbuhannya terlihat melambat. Para analis mengindikasikan bahwa minggu ini akan ada perhatian khusus terhadap perkembangan rata-rata pergerakan 50 hari yang dapat mengatur arah pergerakan harga berikutnya.

Menurut analis senior Kitco, Jim Wyckoff, prospek positif terhadap emas dan perak juga dipengaruhi oleh berita baik mengenai proses perdamaian. Ia menegaskan bahwa bagi pelaku pasar, target harga kenaikan selanjutnya adalah di atas level USD 5.000.

Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Harga Emas

Pekan ini, rilis berita ekonomi akan terbatas, namun meredanya ketegangan di Timur Tengah dapat memunculkan fokus baru terhadap data domestik yang akan memengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Salah satu rilis data penting adalah penjualan ritel Amerika Serikat untuk bulan Maret yang diharapkan akan menunjukkan adanya pelemahan.

Setelah itu, perhatian akan beralih ke penjualan rumah tertunda untuk bulan Maret yang dapat memberikan insight mengenai sektor perumahan. Selain itu, jalannya sidang konfirmasi untuk Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve yang baru juga akan mempengaruhi pasar, terutama jika dia memberikan catatan yang mendukung kebijakan moneter longgar.

Selain itu, laporan klaim pengangguran mingguan dan indikator aktivitas ekonomi juga akan menjadi perhatian para analis minggu ini. Menutup pekan, survei sentimen konsumen Universitas Michigan untuk bulan April akan memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis investor, terutama sejak konflik Iran dimulai.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.