Mendikdasmen Tegaskan Kedisiplinan Siswa Harus Dibentuk Tanpa Cara Kekerasan

Mendikdasmen Tegaskan Kedisiplinan Siswa Harus Dibentuk Tanpa Cara Kekerasan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan penegasan bahwa implementasi kedisiplinan di lingkungan pendidikan wajib mengutamakan metode edukatif yang jauh dari praktik kekerasan. Beliau menyampaikan bahwa setiap penyelesaian konflik atau masalah di sekolah harus lebih menitikberatkan pada proses pembinaan serta dialog yang konstruktif.

Mu'ti menjelaskan bahwa kedisiplinan seharusnya dibentuk melalui pendekatan yang memicu kesadaran diri siswa untuk bertransformasi menjadi lebih baik, bukan dengan pemberian hukuman fisik. Upaya penyelesaian melalui diskusi antara pihak sekolah dan orang tua juga sangat disarankan guna menjaga hubungan baik serta komunikasi yang tetap harmonis.

Prinsip Memuliakan dalam Pembelajaran

Dalam proses pembangunan karakter, sekolah diwajibkan untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang menjunjung tinggi harkat manusia sebagai fondasi utama dalam menata sistem pendidikan. Guru diharapkan mampu memuliakan para muridnya, sementara murid didorong untuk menghormati guru sehingga tercipta hubungan saling menghargai di antara keduanya.

Selain aspek akademik, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya penguatan kurikulum tersembunyi atau hidden curriculum yang diimplementasikan lewat pembiasaan nilai-nilai luhur di sekolah. Nilai-nilai seperti sopan santun, disiplin, dan rasa saling menghargai harus dibangun secara konsisten melalui teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari agar sekolah menjadi tempat yang aman.

Peran Guru sebagai Pembimbing Menyeluruh

Mu'ti mengingatkan kembali bahwa tanggung jawab seorang pendidik tidak hanya terbatas pada aktivitas menyampaikan materi pelajaran di dalam ruang kelas semata. Tugas utama guru juga mencakup fungsi bimbingan secara komprehensif yang menyentuh aspek akademik maupun sisi emosional para peserta didik.

Beliau mendorong agar seluruh pengajar dapat berperan layaknya guru wali yang mendampingi pertumbuhan siswa secara sosial dan emosional di samping capaian nilai sekolah. Melalui peran yang lebih mendalam ini, diharapkan setiap tantangan yang dihadapi siswa dapat mendapatkan penanganan yang tepat dan bersifat suportif.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: edukasi.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.