Mengenal Sosok Nus Kei yang Tewas Ditikam di Bandara

Mengenal Sosok Nus Kei yang Tewas Ditikam di Bandara

Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora yang lebih dikenal sebagai Nus Kei, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penusukan pada Minggu (19/4). Peristiwa tragis ini terjadi di Bandara Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT, sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon.

Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat, nyawa politikus Golkar tersebut tetap tidak dapat diselamatkan. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan menangkap dua orang tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) yang diduga kuat melakukan aksi tersebut.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi, menyatakan bahwa motif sementara di balik pembunuhan ini adalah dendam pribadi dari para pelaku terhadap korban. Namun, kepolisian masih mendalami detail permasalahan yang menjadi akar perselisihan antara kedua belah pihak hingga berujung maut.

Profil dan Rekam Jejak Nus Kei

Nus Kei merupakan figur politik yang cukup berpengaruh di Maluku Tenggara sekaligus paman dari tokoh pemuda Maluku lainnya, John Refra alias John Kei. Namun, hubungan kekeluargaan tersebut sering kali diwarnai oleh konflik hebat yang melibatkan kelompok massa dari kedua belah pihak selama bertahun-tahun.

Perseteruan paling mencolok terjadi pada tahun 2020 di kawasan Green Lake City, Tangerang, yang dipicu oleh konflik pembagian uang hasil penjualan lahan. Dalam fakta persidangan, diketahui ada selisih paham mengenai dana senilai puluhan miliar rupiah yang melibatkan klaim pinjaman dari pihak John Kei.

Detail Kasus Lahan RSUD Haulussy Keterangan Statistik
Luas Lahan Terjual 31 Hektare
Nilai Penjualan Total Rp49,97 Miliar
Jumlah Pinjaman yang Ditagih John Kei Rp1 Miliar
Jumlah Tersangka yang Ditangkap (2020) 39 Orang
Vonis Penjara John Kei 15 Tahun

Konflik di perumahan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka serius akibat penyerangan senjata tajam. Selain insiden di Green Lake, kelompok yang terafiliasi dengan John Kei juga sempat terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng.

Rangkaian Konflik Berdarah di Bekasi

Ketegangan antara dua kelompok keluarga ini kembali pecah pada Oktober 2023 di Kompleks Titian, Medan Satria, Kota Bekasi, yang menjadi markas kelompok John Kei. Insiden ini menewaskan seorang pria berinisial GR (44) setelah terkena tembakan saat kelompok Nus Kei mendatangi lokasi tersebut.

AKBP Titus Yudho Uly dari Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa korban yang membawa senjata tajam langsung ditembak oleh kelompok lawan sebagai dalih perlindungan keluarga. Polisi menemukan indikasi bahwa John Kei sempat berkomunikasi dengan Nus Kei dari balik jeruji besi Lapas Salemba sebelum bentrokan fisik pecah.

Dalam penanganan kasus penembakan di Bekasi tersebut, pihak kepolisian secara resmi telah menetapkan sebanyak 11 orang sebagai tersangka utama. Investigasi mendalam terus dilakukan guna melihat pola komunikasi dan koordinasi yang terjadi antara pemimpin kelompok di dalam dan luar penjara.

Respon Kepolisian dan Harapan Partai Golkar

Hingga saat ini, Polda Maluku belum memastikan apakah penikaman di bandara berkaitan langsung dengan rentetan konflik panjang yang terjadi sebelumnya di Jakarta dan Bekasi. Fokus utama penyidikan saat ini masih berpusat pada motif dendam yang melatarbelakangi aksi HR dan FU terhadap Nus Kei.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengimbau agar keluarga korban dan simpatisan tetap tenang serta tidak melakukan aksi balas dendam yang merugikan. Ia menegaskan bahwa situasi di Maluku Tenggara saat ini sudah terkendali dan masyarakat diminta memercayakan proses hukum sepenuhnya kepada Polri.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyampaikan harapan agar aparat keamanan dapat menuntaskan kasus pembunuhan kadernya secara transparan dan cepat. Ia juga menginstruksikan seluruh kader partai di daerah untuk tetap waspada namun tidak terpancing oleh situasi yang sedang memanas pasca-kejadian.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.