Menteri Keuangan Purbaya Berhentikan Dua Dirjen Kemenkeu, Ini Sosoknya

Menteri Keuangan Purbaya Berhentikan Dua Dirjen Kemenkeu, Ini Sosoknya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi telah memberhentikan dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan dari jabatannya masing-masing. Langkah tegas ini melibatkan pencopotan dua Direktur Jenderal, yaitu Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari jabatan Dirjen Anggaran.

Purbaya mengonfirmasi bahwa proses perombakan jabatan tersebut telah dilakukan sejak Selasa sore, 21 April 2026, setelah dokumennya ditandatangani pada siang hari. Untuk menjaga kelancaran operasional di kementerian, ia juga sudah menunjuk pejabat Pelaksana Harian (Plh) yang mulai aktif bertugas sejak saat itu.

Terkait masa depan karier kedua mantan pejabat tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa saat ini mereka belum diberikan penugasan baru agar bisa beristirahat terlebih dahulu. Pihak kementerian nantinya akan mencarikan posisi yang dianggap tepat bagi Febrio dan Luky setelah masa istirahat mereka berakhir.

Daftar Pejabat yang Dicopot dan Kekosongan Jabatan

Selain pergantian di sektor strategi ekonomi dan anggaran, saat ini juga terdapat kekosongan pada posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Jabatan tersebut sementara ini dikelola oleh seorang pelaksana tugas menyusul kepindahan Masyita Crystallin ke lembaga lain.

Nama Pejabat Jabatan Sebelumnya Status Saat Ini
Febrio Nathan Kacaribu Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Dicopot / Non-aktif
Luky Alfirman Direktur Jenderal Anggaran Dicopot / Non-aktif
Masyita Crystallin Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Pindah ke PT Danantara Investment Management

Purbaya berencana untuk mengusulkan deretan nama pejabat baru guna mengisi posisi Eselon I yang kosong kepada Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Pengajuan nama-nama definitif tersebut dijadwalkan akan dilakukan secara kolektif pada awal atau pertengahan bulan Mei mendatang.

Komitmen Pembersihan Internal Kemenkeu

Sebelum keputusan ini diambil, Menkeu Purbaya memang telah menegaskan komitmennya untuk membersihkan internal kementerian dari berbagai praktik menyimpang yang merusak integritas. Ia memberikan peringatan keras terutama bagi lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai agar bekerja sesuai aturan.

Purbaya menekankan bahwa dirinya tidak akan segan-segan mengganti pimpinan jika ditemukan adanya kelalaian dalam mengawasi bawahan hingga menyebabkan terjadinya pelanggaran hukum. Jika seorang bawahan ditetapkan sebagai tersangka, maka tanggung jawab kepemimpinan akan ditelusuri hingga ke level paling atas.

Kasus-kasus yang terjadi secara berulang di sektor perpajakan dan cukai dipandang sebagai sinyal bahwa diperlukan tindakan yang jauh lebih tegas dan nyata. Langkah ini diambil agar organisasi tetap profesional dan tidak terus dihantui oleh masalah yang sama di masa depan.

Menkeu juga menolak alasan pimpinan yang mengaku tidak mengetahui adanya penyimpangan karena posisi bawahan yang dianggap terlalu jauh dari jangkauan pengawasan mereka. Menurutnya, setiap atasan memiliki kewajiban mutlak untuk memantau aktivitas kerja di unit masing-masing tanpa terkecuali.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Purbaya menitipkan pesan agar mereka benar-benar bertanggung jawab atas kinerja seluruh staf di bawah kendali mereka. Kegagalan dalam pengawasan dipandang sebagai kegagalan sistemik yang dampaknya akan mencoreng nama baik direktur jenderal hingga menteri keuangan.

Saat ini, upaya perbaikan birokrasi sedang dipercepat agar kepercayaan publik terhadap Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara tetap terjaga dengan baik. Perombakan personel ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan setiap lini di pemerintahan bersih dari korupsi dan kolusi.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.