Yansen Indiani, yang lebih populer dengan sapaan Cesen, kini tengah diselimuti rasa bahagia yang luar biasa setelah resmi menyelesaikan studi lanjutannya. Istri dari komika ternama Marshel Widianto ini baru saja menyandang gelar Magister Terapan Pariwisata setelah melewati proses sidang kelulusan yang cukup emosional.
Di balik pencapaian akademis yang membanggakan tersebut, ternyata tersimpan kisah perjuangan fisik dan mental yang sangat menguras energi bagi ibu muda ini. Cesen secara terbuka menceritakan bagaimana kondisi kesehatannya sempat menurun drastis karena rasa tegang yang luar biasa serta kelelahan selama proses penyelesaian studi.
Momen Dramatis Saat Sidang Kelulusan
Mantan anggota grup idola JKT48 ini mengungkapkan bahwa dirinya memilih untuk mengerjakan sebuah proyek praktis sebagai syarat kelulusan alih-alih menyusun tesis konvensional. Saat hari pelaksanaan sidang tiba, Cesen mengaku tubuhnya terasa sangat lemas dan gemetar hingga hampir jatuh pingsan karena rasa sakit di lambung akibat belum mengonsumsi makanan seharian.
Adrenalin yang terpacu kencang selama menunggu giliran membuat Cesen sama sekali tidak memikirkan rasa lapar yang melanda perutnya sejak pagi hari. Berdasarkan pengakuannya saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ia sudah berada di lokasi sejak pukul 1 siang namun baru mendapatkan giliran maju pada pukul setengah 5 sore.
Proses tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 5 sore tersebut dirasakan sangat menegangkan karena ia sudah lebih dulu mendengar pengalaman teman-temannya yang kesulitan saat diuji. Cesen merasa kecemasannya memuncak karena membayangkan harus berhadapan dengan dosen penguji yang memberikan pertanyaan mendalam serta kritis terhadap proyek yang ia ajukan.
Hambatan Kesehatan dan Kehidupan Pribadi
Perjalanan Cesen dalam meraih gelar magister ini tidak hanya berat saat sidang, tetapi juga penuh tantangan kesehatan yang datang silih berganti sepanjang masa perkuliahan. Ia mengenang momen sulit ketika jadwal seminar proposal atau sempro miliknya keluar secara bersamaan dengan masa pemulihan dirinya dan sang suami dari rumah sakit.
Kondisi saat itu terasa sangat berhimpitan karena setelah dirinya jatuh sakit, Marshel Widianto juga harus menjalani prosedur operasi yang membutuhkan perhatian ekstra dari Cesen. Meskipun waktu bimbingan dosen menjadi sangat terbatas karena banyaknya urusan domestik yang harus ditangani, ia bersyukur seluruh tanggung jawab akademisnya tetap bisa diselesaikan tepat pada waktunya.
Mewujudkan Mimpi yang Sempat Tertunda
Bagi Cesen, gelar pendidikan tinggi yang ia dapatkan saat ini bukanlah sekadar ajang pamer status sosial, melainkan sebuah pembuktian diri atas cita-cita masa lalu. Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk mendalami dunia pariwisata sebenarnya sudah muncul sejak masa remaja, namun harus terkendala oleh kesibukan kariernya saat itu.
Dahulu, ia bercita-cita menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata, tetapi jadwal padat sebagai anggota JKT48 tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Keinginan yang sempat tertunda selama belasan tahun tersebut akhirnya berhasil ia tebus dengan mengambil konsentrasi pariwisata di jenjang strata dua ini.
Meskipun kini memiliki kualifikasi yang mumpuni untuk mengajar dan bahkan sudah mendapatkan tawaran menjadi dosen, Cesen belum berniat untuk menerima tawaran profesional tersebut. Ia merasa jiwanya lebih tertarik untuk terjun langsung ke lapangan sebagai seorang relawan daripada menghabiskan waktu di lingkungan akademis sebagai seorang pengajar formal.
Kebanggaan dan Motivasi Marshel Widianto
Marshel Widianto selaku suami mengaku sangat bangga melihat kegigihan istrinya, meski ia juga tidak memungkiri adanya sedikit rasa minder karena perbedaan jenjang pendidikan mereka. Saat ini Marshel tercatat sebagai lulusan SMK, namun keberhasilan Cesen justru menjadi pemantik semangat baginya untuk kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
Komika tersebut menegaskan bahwa dirinya berencana untuk mulai berkuliah pada tahun ini setelah terinspirasi oleh tekad kuat yang ditunjukkan oleh sang istri selama masa studi. Marshel sangat mengapresiasi bagaimana Cesen mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa pascasarjana hingga akhirnya sukses meraih gelar magister tersebut.