Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Trenggalek berlangsung meriah melalui acara bertajuk TGX Women Summit yang diinisiasi oleh Novita Hardini, Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek. Forum pemberdayaan perempuan yang digelar di Gedung Bioskop NSC Trenggalek tersebut bertujuan memperkuat peran kaum perempuan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan di era modern.
Novita Hardini menekankan bahwa perempuan memiliki tanggung jawab besar sebagai fondasi utama dalam lingkup keluarga guna menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Melalui kapasitasnya di Komisi VII DPR RI, ia mengajak seluruh kaum perempuan untuk tetap konsisten dalam menyalakan semangat perjuangan yang positif di tengah masyarakat.
Kegiatan TGX Women Summit ini disusun dengan konsep workshop inspiratif yang memadukan berbagai elemen seni mulai dari literasi hingga karya visual. Agenda utama dalam rangkaian acara tersebut mencakup peluncuran sebuah buku serta pemutaran film dokumenter dan animasi yang menunjukkan kreativitas anak muda setempat.
Buku berjudul Bising dan Hening yang diluncurkan dalam acara ini berisi kumpulan perjalanan hidup perempuan dalam melewati beragam ujian dan dinamika persoalan. Karya tersebut diharapkan menjadi wadah refleksi bagi penulis maupun pembaca untuk melihat kembali pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran yang bermakna.
Novita mengungkapkan bahwa buku ini merangkum narasi historis dari para perempuan mengenai cara mereka berpikir dan bertahan dalam menghadapi setiap rintangan hidup. Ia percaya bahwa tulisan tersebut dapat menjadi nasehat terbaik bagi diri penulisnya sendiri saat dibaca kembali pada masa mendatang.
Selain dunia literasi, ajang ini juga memamerkan talenta muda Trenggalek melalui karya film dokumenter dan animasi yang sudah mendapatkan pengakuan di level nasional. Novita merasa perlu memberikan ruang bagi para kreator lokal agar potensi mereka tidak hanya berkembang di luar daerah tetapi juga di tanah kelahiran.
Sebagai lulusan Magister Ekonomi UINSATU, Novita menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi mendalam terhadap Hari Kartini tahun 2026 yang masih dibayangi berbagai hambatan bagi perempuan. Ia berkomitmen untuk terus merangsang stimulasi kreatif bagi generasi muda di berbagai tingkatan melalui wewenang yang dimilikinya di parlemen pusat.
Sektor ekonomi kreatif di Trenggalek, khususnya perfilman, menjadi perhatian khusus bagi Novita karena menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif. Ia berencana menggandeng talenta lokal dalam berbagai proyek film guna memastikan ekosistem kreatif di kabupaten tersebut terus tumbuh secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat kemampuan para praktisi industri kreatif, Novita juga menjanjikan pelaksanaan workshop atau boot camp yang bekerja sama dengan Emtek pada tahun ini. Program pelatihan tersebut ditujukan khusus bagi para konten kreator di Kabupaten Trenggalek agar kualitas karya mereka semakin kompetitif di pasar luas.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan acara yang dinilai mampu mengubah perspektif masyarakat terhadap isu gender. Ia mengakui bahwa semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh Novita Hardini menjadi inspirasi pribadinya dalam mendalami studi mengenai kesetaraan gender.
Nur Arifin yang akrab disapa Mas Ipin menekankan pentingnya bagi setiap individu untuk menekan ego patriarki demi menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil bagi semua. Kehadirannya dalam acara tersebut ditegaskan sebagai simbol dukungan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian tanpa batasan gender.
Menurut Bupati, esensi dari peringatan Hari Kartini bukan hanya ditujukan bagi kaum perempuan, melainkan sebuah teguran bagi semua pihak yang belum memiliki kemauan belajar. Ia menyoroti bahwa masih banyak laki-laki yang kurang memiliki motivasi untuk memperbaiki diri atau mengejar kemajuan yang lebih baik bagi masa depan.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh warga Trenggalek tanpa terkecuali untuk menjadikan momentum TGX Women Summit sebagai penggerak keberanian dalam bertindak. Semangat untuk terus bertumbuh dan memperbaiki kualitas diri harus menjadi jiwa dari setiap perayaan yang diadakan demi kemajuan daerah yang lebih inklusif.