Seorang pedagang kopi di kawasan wisata Da Nang, Vietnam, baru-baru ini melakukan tindakan mengejutkan yang menarik perhatian para wisatawan saat petugas setempat menggelar razia ketertiban. Aksi tak terduga tersebut dilakukan oleh seorang wanita bernama Le Thi Kieu yang mengoperasikan kedai kopi di area Semenanjung Son Tra.
Peristiwa ini bermula pada tanggal 28 Maret sekitar pukul 16.00 waktu setempat ketika Kieu memasang sejumlah meja dan kursi logam untuk berjualan minuman secara ilegal di Jalan Hoang Sa. Namun, situasi berubah seketika saat ia menyadari kehadiran satuan tugas yang sedang melakukan inspeksi rutin untuk menjaga keteraturan di wilayah kota tersebut.
Karena merasa panik dan khawatir akan ditindak oleh petugas, ia bergegas mengumpulkan peralatan dagangannya yang tersebar di pinggir jalan dengan sangat cepat. Tanpa pikir panjang, wanita tersebut segera melemparkan kursi-kursi miliknya ke arah lereng gunung yang berada tepat di samping lokasi usahanya.
Kejadian unik sekaligus dramatis ini berhasil direkam oleh seorang wisatawan asal Serbia bernama Jess yang sedang berada di lokasi kejadian. Jess mengungkapkan kekagetannya karena seluruh proses pembuangan barang-barang tersebut berlangsung sangat kilat, yakni hanya sekitar lima detik saja.
Dalam keterangannya kepada VN Express, Jess menyebutkan bahwa pedagang wanita itu berhasil melemparkan tiga buah kursi ke jurang dalam durasi yang sangat singkat. Video hasil rekamannya kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai kritik tajam dari netizen terkait pelanggaran kebersihan lingkungan serta ketertiban umum.
Berdasarkan pengakuannya kepada pihak kepolisian, pedagang tersebut nekat melempar inventarisnya karena rasa takut yang besar terhadap sanksi denda yang mungkin dijatuhkan. Satu jam setelah suasana dirasa aman, ia dikabarkan kembali menuruni lereng untuk mengambil barang-barang yang sebelumnya telah ia buang ke jurang tersebut.
Menanggapi insiden ini, pihak berwenang segera memberikan teguran keras serta mewajibkan wanita itu menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pejabat setempat menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari kampanye besar-besaran untuk memulihkan ketertiban di wilayah perkotaan Da Nang.
Distrik Son Tra memang tengah meningkatkan pengawasan terhadap praktik bisnis jalanan tanpa izin guna mengatur kelancaran lalu lintas dan menjamin keamanan pangan bagi pengunjung. Langkah ini juga diambil untuk mencegah dampak negatif yang dapat merusak citra pengalaman wisata bagi para pelancong yang datang ke daerah tersebut.
Semenanjung Son Tra sendiri memegang peranan vital sebagai "paru-paru hijau" bagi Da Nang dengan luas area yang membentang lebih dari 4.400 hektar. Wilayah konservasi ini merupakan habitat bagi berbagai satwa liar yang sangat langka, termasuk spesies primata lutung douc berkaki cokelat yang dilindungi.
Pemerintah menegaskan bahwa kampanye penertiban ini memiliki tujuan utama untuk melindungi ekosistem hutan dan laut yang sangat rentan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas perdagangan ilegal yang mengganggu kelestarian lingkungan akan terus ditindak demi menjaga keseimbangan alam Son Tra.
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Pedagang | Le Thi Kieu |
| Lokasi Kejadian | Jalan Hoang Sa, Semenanjung Son Tra, Da Nang |
| Waktu Kejadian | 28 Maret, Pukul 16.00 WIB |
| Saksi Mata | Jess (Turis asal Serbia) |
| Luas Wilayah Son Tra | 4.400 Hektar |