Artotel Group secara resmi memperkenalkan unit hotel terbarunya bernama Paviliun Raden Saleh Artotel Curated yang berlokasi di kawasan ikonik Cikini, Jakarta Pusat. Kehadiran hotel ini dianggap sebagai pelengkap fasilitas yang sangat penting bagi ekosistem sejarah dan budaya yang ada di wilayah tersebut.
Terletak di dalam area Taman Ismail Marzuki (TIM), Paviliun Raden Saleh Artotel Curated menjadi solusi akomodasi yang sangat strategis bagi para wisatawan. Bertepatan dengan peresmian hotel pada Senin (20/4/2026), pihak manajemen juga menggelar pameran arsip bertajuk "Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan".
Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menyatakan bahwa hotel ini tidak sekadar berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi wadah dialog antara seni dan masyarakat. Pameran perdana tersebut merupakan langkah awal dalam menghadirkan berbagai program kebudayaan yang bersifat relevan serta berkelanjutan di masa depan.
Kehadiran Paviliun Raden Saleh Artotel Curated turut memberikan pengalaman perjalanan yang utuh bagi masyarakat yang datang berkunjung ke kawasan pusat kesenian TIM. Kini para pelancong tidak hanya bisa menikmati aktivitas budaya, namun juga memiliki akses langsung terhadap penginapan yang nyaman di lokasi yang sama.
Fasilitas dan Kapasitas Kamar
Hotel ini menawarkan total 139 kamar yang terbagi ke dalam enam tipe berbeda demi memenuhi berbagai kebutuhan serta preferensi para tamu. Wisatawan dapat merasakan sensasi menginap yang istimewa dengan didukung oleh berbagai fasilitas modern yang terintegrasi di dalam gedung tersebut.
| Detail Hotel | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Total Kamar | 139 Kamar |
| Varian Tipe Kamar | 6 Tipe |
| Lokasi Utama | Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini |
Eduard menambahkan bahwa hotel ini diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan para seniman, kurator, komunitas, hingga masyarakat umum untuk bertukar inspirasi. Melalui konsep "cultural symphony, artistic hospitality", pihak pengelola berkomitmen menyajikan pengalaman menginap yang kental dengan nilai-nilai artistik yang mendalam.
Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Bambang Prihadi, menyambut hangat pembukaan hotel ini dan menyebutnya sebagai momen yang sangat membanggakan bagi kalangan pelaku seni. Hal ini dikarenakan lokasi berdirinya hotel tersebut merupakan bekas lahan Wisma Seni yang secara historis sering dijadikan tempat tinggal para seniman.
Bambang menekankan pentingnya sejarah Raden Saleh sebagai pelukis besar yang memiliki pandangan luar biasa serta kontribusi nyata bagi perkembangan kawasan Cikini. Menurutnya, wilayah ini memiliki dua karakter utama yang kuat, yakni sebagai pusat aktivitas pengetahuan sekaligus pusat kesenian Jakarta.
Selain adanya Planetarium sebagai sarana ilmu pengetahuan, kawasan ini juga secara khusus ditetapkan oleh Gubernur Ali Sadikin sebagai pusat kesenian yang prestisius. Latar belakang sejarah yang sangat kuat ini menjadi pembeda utama antara kawasan TIM dengan pusat-pusat kesenian lainnya yang ada di Indonesia.
Dalam pameran arsip yang tersedia, para tamu dapat mengeksplorasi jejak sejarah panjang TIM melalui berbagai dokumentasi visual dan rekaman audio yang informatif. Dokumentasi tersebut mencakup transisi wilayah ini yang dulunya merupakan kebun binatang hingga bertransformasi menjadi pusat seni melalui berbagai peristiwa penanda zaman.
Dengan demikian, para tamu yang bermalam di Paviliun Raden Saleh Artotel Curated tidak hanya sekadar melepas lelah di dalam kamar hotel yang nyaman. Mereka juga diajak untuk melakukan kilas balik sejarah mengenai perjalanan panjang Taman Ismail Marzuki serta perkembangan wilayah Cikini secara lebih luas.