Selebritas sekaligus politikus kenamaan Uya Kuya akhirnya membeberkan perkembangan terkini mengenai kondisi kediaman pribadinya yang menjadi sasaran penjarahan massa pada 30 Agustus 2025 silam. Saat ini, rumah yang berlokasi di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut dilaporkan masih berada dalam proses renovasi besar-besaran guna memulihkan kondisinya.
Kerusakan yang dialami hunian tersebut tergolong sangat parah sehingga memaksa Uya Kuya untuk merombak total beberapa bagian struktur bangunan yang terdampak aksi anarkis tersebut. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Rabu, 22 April 2026, Uya menyebutkan bahwa perbaikan belum kunjung usai karena hampir seluruh komponen rumah hilang dicuri.
Uya Kuya menjelaskan secara rinci bahwa para pelaku penjarahan tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengambil barang-barang yang tertanam seperti kusen jendela, pipa air, wastafel, hingga perangkat kloset. Hal inilah yang menyebabkan pengerjaan konstruksi di lapangan menjadi sangat kompleks dan memakan energi serta biaya yang tidak sedikit.
Hingga saat ini, proses renovasi rumah tersebut tercatat sudah berjalan selama enam bulan berturut-turut namun belum menunjukkan tanda-tanda akan segera rampung dalam waktu dekat. Dampak kerusakan yang sangat masif diakui Uya menjadi kendala utama mengapa hunian tersebut belum bisa ditempati kembali seperti sedia kala oleh keluarganya.
Selama masa perbaikan yang panjang ini, Uya Kuya terpaksa mengambil kebijakan untuk memindahkan atau mengungsikan mertua serta adik-adik dari sang istri ke sebuah rumah kontrakan sementara. Langkah ini diambil demi menjamin kenyamanan anggota keluarganya, mengingat rumah utama mereka saat ini masih berbentuk proyek bangunan yang belum layak huni.
Sementara anggota keluarga lainnya menempati kontrakan, Uya Kuya bersama sang istri juga memilih untuk menetap di lokasi lain secara terpisah untuk sementara waktu. Meski telah mengalami musibah yang cukup traumatis, pria berusia 51 tahun ini menegaskan sebuah komitmen penting mengenai masa depan aset propertinya tersebut.
Uya secara tegas memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk menjual rumah di Duren Sawit itu meskipun proses renovasinya sudah selesai nanti. Baginya, bangunan tersebut memiliki nilai sentimental dan sejarah yang sangat mendalam yang tidak bisa diukur hanya dengan nilai materi semata.
Alasan kuat di balik keputusannya mempertahankan rumah tersebut adalah karena hunian itu merupakan manifestasi nyata dari hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun berkarier di dunia hiburan. Uya mengenang kembali perjuangan panjang yang harus ia lalui sebelum akhirnya mampu membangun rumah impiannya tersebut dari titik nol.
Ayah dari Cinta Kuya ini menekankan bahwa setiap sudut bangunan itu memiliki kenangan sejarah karena dibangun sepenuhnya menggunakan dana pribadi dari keringatnya sendiri sebagai seorang artis. Ia juga menegaskan dengan penuh komitmen bahwa tidak ada sepeser pun uang rakyat yang ia gunakan dalam proses pembangunan rumah mewah tersebut.
Kasus penjarahan ini memang sempat menyita perhatian publik, bahkan Uya Kuya diketahui menjadikan insiden tragis tersebut sebagai topik utama dalam tesis pendidikan S2 Hukum yang baru saja ia selesaikan. Dengan latar belakang pendidikan hukum tersebut, ia terus memantau perkembangan kasus sambil memastikan aset bersejarah miliknya tetap terjaga dengan baik.