Berwisata ke Jepang kini tidak lagi hanya seputar mengunjungi gerbang Torii, berpiknik di bawah pohon sakura, atau sekadar berkeliling kota. Belakangan ini, tren baru muncul di kalangan wisatawan mancanegara yang semakin gemar mengunjungi salon rambut lokal untuk mendapatkan perawatan kecantikan profesional.
Fenomena menarik ini terlihat pada awal bulan ini ketika seorang remaja asal Amerika Serikat bernama Lily Romero tampak sangat bahagia setelah menjalani perawatan rambut selama empat jam di sebuah salon di Tokyo. Lily merasa puas karena rambut bergelombangnya kini telah bertransformasi menjadi lurus dan halus sesuai dengan impiannya sejak lama.
Gadis berusia 16 tahun tersebut sedang menikmati liburan selama satu minggu di Jepang bersama orang tuanya setelah melakukan perjalanan dari kediaman mereka di London. Lily mengungkapkan bahwa pilihan untuk melakukan perawatan pelurusan rambut ala Jepang sangat terbatas di London, sehingga ia sangat antusias mencoba layanan tersebut langsung di negara asalnya.
Remaja ini mengaku mulai merasa jenuh harus meluruskan rambut setiap hari menggunakan alat catok demi mengikuti gaya rambut panjang lurus yang populer di sekolahnya. Itulah sebabnya, saat keluarganya merencanakan perjalanan ke Jepang, Romero bersikeras untuk mengunjungi salon di negara yang memang tersohor akan keahliannya dalam teknik pelurusan rambut.
Ternyata, Romero bukan satu-satunya turis asing yang sengaja membuat janji temu dengan penata rambut profesional selama masa kunjungan mereka di Negeri Matahari Terbit tersebut. Semakin banyak pelancong internasional yang kini menjadikan salon rambut sebagai destinasi wisata baru untuk mendapatkan pengalaman kecantikan yang autentik dan berkualitas tinggi.
Melihat peluang yang semakin besar, banyak salon di Jepang mulai menggunakan bahasa Inggris dalam mempromosikan layanan unggulan mereka melalui berbagai platform media sosial. Langkah strategis ini dilakukan untuk merespons peningkatan tren permintaan dari turis asing yang ingin merasakan langsung sentuhan tangan para ahli kecantikan Jepang.
Berdasarkan data riset dari Hot Pepper Beauty Academy yang dirilis pada Februari lalu, terdapat fakta menarik mengenai preferensi wisatawan Barat terhadap industri kecantikan Jepang. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 17,3% dari 1.535 responden telah mengunjungi atau berencana pergi ke salon rambut, sementara 18,5% lainnya masih dalam tahap merencanakan hal serupa.
| Kategori Wisatawan Barat | Persentase Minat ke Salon |
|---|---|
| Sudah atau pasti akan berkunjung ke salon | 17,3% |
| Sedang merencanakan kunjungan ke salon | 18,5% |
Beberapa alasan utama yang mendorong wisatawan memilih perawatan di Jepang adalah standar keahlian yang tinggi, layanan pelanggan yang sangat ramah, serta perhatian terhadap kebersihan. Survei tersebut juga menemukan bahwa pengunjung yang sudah berulang kali datang ke Jepang lebih cenderung mencari layanan kecantikan dibandingkan mereka yang baru pertama kali berkunjung.
Kimiko Tanaka, seorang peneliti dari Hot Pepper Beauty Academy, menjelaskan bahwa wisatawan yang sudah sering berkunjung cenderung menginginkan pengalaman yang lebih mendalam melampaui objek wisata standar. Baginya, mendapatkan layanan yang sama dengan penduduk lokal di salon kecantikan memberikan sensasi pengalaman lokal yang unik dan imersif bagi para pelancong mancanegara.
Lonjakan jumlah pelanggan asing ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak dua atau tiga tahun yang lalu melalui promosi dari mulut ke mulut hingga viral di media sosial. Hiro, pemilik salon Hiro Hair Design di kawasan Hiroo, Tokyo, mengonfirmasi bahwa sebagian besar pelanggan di tempat usahanya merupakan warga negara asing.
Wilayah Hiroo sendiri memang dikenal sebagai lingkungan dengan komunitas ekspatriat yang cukup besar sehingga menunjang operasional bisnis salon milik Hiro. Saat ini, sekitar 95% pelanggan di salonnya adalah warga negara asing, di mana 20% dari jumlah tersebut merupakan wisatawan yang sedang berlibur di Jepang.
Meskipun belum pernah tinggal di luar negeri, Hiro mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris berkat pengalamannya selama hampir 20 tahun melayani klien internasional. Ia menekankan bahwa salon di Jepang menawarkan perawatan yang sangat teliti dengan filosofi omotenashi atau keramahan sepenuh hati, ditambah harga yang kini lebih terjangkau akibat melemahnya nilai tukar yen.
Keunggulan lain dari industri kecantikan di Jepang adalah adanya regulasi ketat yang mewajibkan kualifikasi nasional bagi setiap penata rambut yang berpraktik. Salah satu pelanggan setia Hiro bahkan merupakan seorang wanita dari Hawaii yang rutin datang dua kali setahun setiap kali ia melakukan kunjungan ke Jepang.
Hiro mencatat bahwa jumlah pelanggan tetap dari luar negeri terus meningkat, terutama warga Amerika Serikat yang menganggap biaya potong rambut di negara asal mereka sangat mahal. Hal senada diungkapkan oleh Teppei, penata rambut lain yang sekitar 80% hingga 90% pelanggannya adalah warga asing dengan setengahnya berstatus sebagai turis.
Teppei menceritakan ada seorang pelanggan asal Kanada yang rela mengunjungi salonnya setiap tiga bulan sekali di sela-sela jadwal perjalanannya ke Jepang. Ia berpendapat bahwa mendapatkan perawatan di salon Jepang telah menjadi bentuk hiburan tersendiri yang mampu memberikan kepuasan melebihi ekspektasi para pelanggan internasional.
Dengan latar belakang pendidikan tata rambut di London serta pengalaman kerja di Australia dan Singapura, Teppei sangat mahir dalam menangani berbagai jenis karakteristik rambut global. Kemampuan bahasa dan pemahaman teknis yang luas membuatnya mudah membangun kepercayaan dengan klien dari berbagai negara yang mencari standar kualitas Jepang.
Tanaka dari Hot Pepper Beauty Academy kembali mengingatkan pentingnya bagi pemilik salon untuk terus mempromosikan teknik unik mereka melalui media sosial guna menjangkau pasar yang lebih luas. Selain faktor kebersihan yang sudah diakui dunia, visualisasi keahlian teknis secara digital menjadi kunci utama dalam menarik minat pelanggan potensial sebelum mereka tiba di Jepang.
Sementara itu, Lily Romero yang merasa sangat puas dengan hasil pelurusan rambutnya berencana untuk segera membagikan pengalaman luar biasa tersebut kepada teman-temannya di London. Sambil bercermin, ia bahkan sempat bertanya kepada ibunya apakah mereka bisa kembali lagi ke Jepang untuk perawatan serupa di masa mendatang.
Meskipun sang ibu hanya memberikan jawaban diplomatis, ia terlihat sangat senang melihat perubahan positif dan kegembiraan yang terpancar dari wajah putrinya tersebut. Tren wisata kecantikan ini tampaknya akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya keinginan wisatawan untuk mengeksplorasi sisi gaya hidup lokal Jepang yang lebih personal.