Petrosea (PTRO) Menjual Tambang Batu Bara ke Singaraja Putra (SINI)

Petrosea (PTRO) Menjual Tambang Batu Bara ke Singaraja Putra (SINI)

PT Petrosea Tbk. (PTRO), perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan konglomerat Prajogo Pangestu, secara resmi mengumumkan rencana pelepasan aset pertambangannya kepada entitas lain. Perseroan bakal menjual seluruh kepemilikan saham di PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), sebuah emiten yang berafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro.

Kepastian mengenai transaksi ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto, melalui laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 16 April 2026. Dalam keterangan tersebut, ditegaskan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) sebagai landasan hukum proses pengambilalihan perusahaan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan di dalam PPJB, PT Petrosea Tbk. memiliki intensi untuk melepas total 507.380.875 lembar saham yang ada pada PT Kemilau Mulia Sakti. Jumlah saham yang didivestasi tersebut setara dengan 99,995% dari seluruh modal yang telah ditempatkan serta disetor penuh oleh perseroan di dalam KMS.

Fokus Strategis dan Efisiensi Petrosea

Langkah korporasi berupa penjualan saham PT KMS ini dipandang sebagai manuver strategis bagi PTRO untuk memperkuat fokus mereka pada lini bisnis utama atau core business. Anto memaparkan bahwa divestasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara signifikan dalam jangka waktu panjang.

Selain efisiensi, kebijakan ini diambil demi mengoptimalkan alokasi sumber daya internal perusahaan guna mendukung pertumbuhan usaha PTRO yang berkelanjutan di masa depan. Manajemen meyakini bahwa dengan melepas aset non-inti, perseroan dapat lebih lincah dalam mengeksekusi berbagai proyek strategis lainnya.

PT KMS sendiri merupakan entitas pertambangan batu bara yang menjalankan operasional produksinya di wilayah Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan ini sebelumnya baru diakuisisi oleh Petrosea pada tahun 2023 dan memiliki potensi sumber daya alam yang terhitung cukup masif.

Data teknis menunjukkan bahwa PT KMS memiliki cadangan batu bara dengan total sumber daya teridentifikasi mencapai 164,1 juta ton. Area konsesi seluas 4.776 hektare tersebut menyimpan kekayaan mineral yang siap dikembangkan lebih lanjut oleh pemilik barunya nanti.

Secara lebih mendalam, area ini memiliki mineable reserves atau cadangan layak tambang sebesar 82 juta ton dengan volume overburden removal yang diprediksi mencapai 549 juta BCM. Selain itu, operasional tambang ini memiliki rasio pengupasan atau long term stripping ratio yang berada di kisaran angka 6,7 kali.

Rencana Rights Issue Singaraja Putra

Di sisi pembeli, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) telah menyiapkan skema pendanaan khusus untuk menuntaskan transaksi pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti senilai Rp1,73 triliun. SINI berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam rencana tersebut, emiten berkode saham SINI ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru untuk diserap oleh pasar atau pemegang saham. Dana segar yang terkumpul dari hasil penerbitan saham baru tersebut akan langsung dialokasikan untuk membiayai akuisisi tambang batu bara dari PTRO.

Apabila diasumsikan harga pelaksanaan rights issue berada di level Rp5.000 per lembar saham, maka SINI memiliki potensi untuk meraup dana maksimal sekitar Rp3,61 triliun. Nilai perolehan dana tersebut dianggap lebih dari cukup untuk menutupi biaya akuisisi sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Dilihat dari sisi struktur transaksi, proses akuisisi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 110,27% dari total aset yang dimiliki perseroan saat ini. Meskipun melibatkan pihak-pihak yang terafiliasi, manajemen SINI memastikan bahwa seluruh proses dilakukan secara profesional dan transparan.

Manajemen menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya benturan kepentingan dalam pelaksanaan transaksi besar ini sehingga keamanan investor tetap terjaga. Penilaian kewajaran juga telah dilakukan untuk memastikan bahwa angka transaksi tersebut menguntungkan bagi pertumbuhan nilai perusahaan di masa depan.

Berikut adalah rincian data numerik terkait transaksi dan profil teknis aset yang terlibat dalam kesepakatan antara PTRO dan SINI:

Kategori Informasi Detail Data / Statistik
Jumlah Saham KMS yang Dijual 507.380.875 Lembar (99,995%)
Nilai Akuisisi oleh SINI Rp1,73 Triliun
Estimasi Nilai Pasar KMS Rp1,84 Triliun
Total Sumber Daya Batu Bara 164,1 Juta Ton
Cadangan Layak Tambang (Mineable) 82 Juta Ton
Volume Overburden Removal 549 Juta BCM
Rasio Pengupasan (Stripping Ratio) 6,7 Kali
Luas Wilayah Operasional 4.776 Hektare
Target Dana Rights Issue SINI Hingga Rp3,61 Triliun
Rasio Transaksi terhadap Aset SINI 110,27% (Transaksi Material)

Dari sisi valuasi keuangan, nilai akuisisi KMS yang disepakati sebesar Rp1,73 triliun sebenarnya masih berada di bawah estimasi nilai pasar sebesar Rp1,84 triliun. Hal ini membuat transaksi tersebut dinilai sangat wajar dan memberikan keuntungan bagi aspek finansial PT Singaraja Putra Tbk.

Pihak manajemen SINI menyatakan bahwa langkah ekspansi besar-besaran ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat portofolio mereka di sektor pertambangan mineral. Industri batu bara dianggap masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan dengan tingkat permintaan global yang tetap stabil.

Optimisme tersebut didorong oleh kebutuhan energi yang tetap solid, terutama dari negara-negara berkembang di kawasan Asia yang terus melakukan pembangunan infrastruktur. Akuisisi ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi SINI dalam meningkatkan pendapatan serta laba bersih di tahun-tahun mendatang.

Sebagai informasi tambahan, berita ini disajikan untuk tujuan informatif dan tidak mengandung ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual beli saham. Seluruh konsekuensi atas keputusan investasi yang diambil merupakan tanggung jawab pribadi dari masing-masing investor atau pembaca.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.