Direktur Utama PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN), Angela Tanoesoedibjo, memberikan penjelasan resmi mengenai rencana strategis perusahaan untuk melakukan pencatatan saham di bursa luar negeri atau secondary listing. Langkah korporasi dari emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini bertujuan utama untuk menjangkau basis investor internasional yang lebih luas serta memperkuat kehadiran merek di pasar global.
Angela menegaskan bahwa proses yang tengah berjalan saat ini merupakan bagian dari persiapan matang demi meningkatkan visibilitas perseroan di mata dunia. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah jangka panjang yang signifikan bagi seluruh pemegang saham perusahaan melalui peningkatan posisi di pasar modal internasional.
Dampak Positif terhadap Performa Saham di Bursa Efek Indonesia
Kabar mengenai ekspansi ke bursa internasional ini memberikan sentimen positif yang sangat kuat terhadap pergerakan harga saham MSIN di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terhitung dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga saham perusahaan tercatat mengalami lonjakan drastis hingga mencapai angka 96,94 persen.
Kenaikan signifikan tersebut membawa harga saham MSIN menyentuh level Rp965 per lembar saham pada pertengahan April 2026. Menurut Angela, apresiasi pasar yang luar biasa ini terjadi karena para investor merespons positif rencana pencatatan saham ganda yang sedang dipersiapkan oleh manajemen.
Tabel berikut merangkum performa saham MSIN di tengah rencana dual listing tersebut:
| Parameter Kinerja | Data Statistik |
|---|---|
| Kenaikan Harga Saham (1 Bulan) | 96,94% |
| Level Harga Saham Terbaru | Rp965 |
| Tanggal Laporan Terkait | 16 April 2026 |
Klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia dan Mekanisme Aksi Korporasi
Menanggapi pergerakan saham yang volatil tersebut, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah meminta klarifikasi resmi kepada manajemen MSIN terkait rencana pencatatan di luar negeri. Sekretaris Perusahaan MSIN, Ahmad Alhafiz, menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan likuiditas saham perusahaan di masa mendatang.
Selain meningkatkan likuiditas, diversifikasi investor mancanegara menjadi fokus utama agar struktur permodalan perusahaan semakin kokoh dalam mendukung rencana ekspansi bisnis. Ahmad menambahkan bahwa perseroan saat ini sudah menentukan target bursa luar negeri yang dituju dan sedang dalam tahap penyusunan dokumentasi administratif yang diperlukan.
Manajemen MSIN juga tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap beberapa skema yang paling efisien untuk melaksanakan aksi korporasi pencatatan saham tambahan ini. Salah satu opsi yang masuk dalam pertimbangan serius perusahaan adalah melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu atau yang dikenal dengan istilah HMETD.
Mitigasi Risiko Regulasi dan Kepatuhan Global
Meskipun memiliki potensi keuntungan besar, PT MNC Digital Entertainment Tbk. menyadari sepenuhnya bahwa langkah dual listing membawa tantangan dan risiko yang tidak sedikit. Perusahaan memberikan perhatian khusus terhadap risiko kepatuhan regulasi yang berlaku di bursa saham negara tujuan agar tidak terjadi kendala hukum di kemudian hari.
Angela Tanoesoedibjo menyatakan bahwa standar kepatuhan internasional dan pemenuhan ketentuan otoritas pasar modal luar negeri menjadi prioritas dalam kajian internal mereka. Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan pemegang saham eksisting serta memastikan transisi pencatatan saham berjalan lancar tanpa hambatan regulasi yang berarti.
Untuk meminimalkan potensi risiko tersebut, MSIN terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak profesional dan konsultan hukum guna memastikan seluruh tahapan sesuai aturan. Perseroan berkomitmen untuk tetap transparan dalam setiap proses persiapan sebelum akhirnya resmi melantai di pasar modal internasional yang telah ditargetkan.