Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sebanyak 7.911 orang pendatang baru telah memasuki wilayah ibu kota hingga tanggal 19 April 2026. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menyatakan bahwa proses pendataan ini sudah dilaksanakan sejak 25 Maret dan direncanakan akan terus berlangsung sampai akhir April 2026 mendatang.
Pelaksanaan pendataan dilakukan melalui sosialisasi intensif serta layanan jemput bola di seluruh wilayah Kota Administrasi hingga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu guna menyasar warga pasca-Lebaran. Denny menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan dipastikan bakal terus diperbarui mengikuti perkembangan data yang masuk dari lapangan hingga penutupan periode pendataan.
Jakarta hingga saat ini dinilai masih memegang daya tarik yang sangat kuat sebagai pusat ekonomi nasional bagi para penduduk dari luar daerah untuk mengadu nasib. Alasan utama kepindahan masyarakat ke Jakarta setelah masa mudik lebaran adalah untuk mencari peluang kerja dan penghidupan yang dianggap lebih baik di pusat kota.
Berdasarkan laporan statistik yang diterima oleh pihak dinas, mayoritas pendatang yang masuk ke wilayah Jakarta didominasi oleh kelompok usia produktif. Denny merinci bahwa lebih dari 57 persen dari total pendatang baru tersebut berada dalam rentang usia antara 20 hingga 39 tahun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak lagi menerapkan sistem operasi yustisi yang cenderung bersifat penindakan dalam mengawasi perpindahan penduduk. Sebaliknya, Pemprov lebih mengedepankan pendekatan humanis yang dilakukan lewat koordinasi dengan para pejabat wilayah mulai dari Wali Kota, Bupati, Camat, Lurah, hingga pengurus RT dan RW.
Strategi pendekatan ini mencakup sosialisasi langsung kepada warga serta penyediaan layanan jemput bola di area pemukiman dan seluruh loket pelayanan Dukcapil di Jakarta. Denny juga menginformasikan bahwa kegiatan sosialisasi serentak di tingkat Kota Administrasi dijadwalkan kembali berlangsung pada tanggal 20 April 2026 di lima wilayah berbeda.
Lokasi Sosialisasi Serentak
Pelaksanaan sosialisasi pada 20 April akan tersebar di beberapa titik strategis, seperti aula kantor Kecamatan Kemayoran di Jakarta Pusat dan Kantor Sekretariat RW 06 Kelurahan Pademangan Barat di Jakarta Utara. Selain itu, kegiatan juga dilakukan di Kantor Sekretariat RW 11 Kelurahan Petukangan Utara di Jakarta Selatan serta Kantor Sekretariat RT 02/01 Kelurahan Palmerah di wilayah Jakarta Barat.
Titik terakhir pelaksanaan sosialisasi berada di aula kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur untuk melayani masyarakat di bagian timur Jakarta. Bagi warga yang hanya berniat menetap sementara, Denny mengimbau agar segera mendaftarkan diri sebagai penduduk nonpermanen di loket layanan Dukcapil kecamatan atau Suku Dinas setempat.
Sebagai kemudahan tambahan bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu, pendaftaran penduduk nonpermanen kini sudah bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital. Langkah pendataan penduduk ini disebut sebagai instrumen yang sangat krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan sosial ekonomi berbasis data yang akurat (data-driven policy).
Data tersebut nantinya digunakan untuk merumuskan berbagai strategi pembangunan, menentukan skala prioritas, serta menyiapkan infrastruktur pendukung seperti transportasi publik, layanan kesehatan, dan pendidikan. Pemprov DKI berharap fenomena urbanisasi pasca-Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih terkendali agar kehadiran pendatang baru mampu memberikan kontribusi positif bagi ekonomi ibu kota.
Warga yang ingin memantau pergerakan data pendatang di wilayahnya masing-masing dapat mengakses situs resmi Dukcapil DKI Jakarta melalui menu khusus "Pendatang Pasca Lebaran". Bagi setiap pendatang baru, sangat diharapkan untuk segera mengurus segala keperluan administrasi kependudukan di loket layanan Dukcapil di tingkat kelurahan maupun kecamatan.