Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami penurunan signifikan sebesar 9 persen menyusul keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihak Iran telah menyetujui kesepakatan untuk tidak menutup jalur perdagangan vital tersebut di masa mendatang.

Penurunan tajam ini tercatat pada harga minyak mentah jenis Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) yang sempat melambung tinggi sebelumnya. Secara khusus, Brent mengalami penyusutan nilai sebesar US$ 9,01, sementara WTI mencatatkan penurunan harian paling drastis sejak awal April lalu.

Data Penurunan Harga Minyak Dunia

Jenis Minyak Mentah Nilai Penurunan Persentase Penurunan Harga Akhir (per Barel)
Brent US$ 9,01 9,07% US$ 90,38
West Texas Intermediate (WTI) US$ 10,48 11,45% US$ 83,85

Kondisi pasar minyak global saat ini dinilai mulai bergerak menuju stabilitas normal setelah sempat dihantui oleh ketidakpastian pasokan energi. Analis dari Gelber & Associates mengungkapkan bahwa pasar kini tengah mengurangi premi risiko ekstrem yang sebelumnya sempat terbentuk akibat ketegangan selama dua pekan terakhir.

Sebelumnya, lonjakan harga minyak terjadi sebagai dampak langsung dari kebijakan Iran yang menutup Selat Hormuz akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah tersebut sempat memicu krisis energi di berbagai negara, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi impor.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: finance.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.