Siapkan Berbagai Ekspansi, Dharma Polimetal (DRMA) Anggarkan Capex Rp400 Miliar pada 2026

Siapkan Berbagai Ekspansi, Dharma Polimetal (DRMA) Anggarkan Capex Rp400 Miliar pada 2026

Emiten komponen otomotif milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA), telah menetapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp400 miliar untuk periode tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya saing perusahaan serta mendukung berbagai rencana pengembangan produk baru agar tetap relevan di pasar otomotif saat ini.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa besaran belanja modal yang telah ditetapkan tersebut bersifat dinamis dan masih sangat memungkinkan untuk disesuaikan. Pihaknya membuka peluang penambahan dana apabila di tengah jalan perseroan memutuskan untuk melakukan akuisisi perusahaan lain sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis mereka ke depan.

Fokus utama dari kucuran dana Rp400 miliar ini adalah untuk membiayai maintenance capex serta mendukung inovasi produk agar posisi perusahaan di pasar tetap kompetitif. Irianto menegaskan bahwa fleksibilitas anggaran sangat penting untuk merespons kebutuhan mendesak, terutama dalam mengeksekusi rencana strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.

Untuk mendanai seluruh rencana belanja modal tersebut, Dharma Polimetal akan mengandalkan kombinasi antara kekuatan arus kas internal perusahaan dan dukungan fasilitas perbankan. DRMA berkomitmen untuk terus menjaga kondisi keuangan yang fleksibel dengan cara mengoptimalkan struktur modal yang dinilai masih sangat sehat hingga saat ini.

Target Pertumbuhan dan Tantangan Pasar

Meskipun kondisi industri otomotif dalam negeri tengah dibayangi oleh ketidakpastian akibat gejolak konflik di Iran, DRMA tetap optimistis mematok target pertumbuhan kinerja hingga dua digit. Irianto Santoso berharap gejolak global tersebut tidak meredam minat masyarakat secara signifikan terhadap kendaraan dan komponen otomotif berkualitas.

Manajemen memproyeksikan adanya kenaikan pendapatan atau revenue sebesar minimal 10% pada tahun 2026 dibandingkan dengan pencapaian pada periode sebelumnya. Target yang sama juga dipatok untuk laba bersih atau bottom line perusahaan, dengan harapan performa di sisa sembilan bulan ke depan dapat berjalan sesuai rencana.

Indikator Kinerja Target Pertumbuhan 2026
Pendapatan (Revenue) Minimal 10%
Laba Bersih (Bottom Line) Minimal 10%
Pasar Ekspor 50%

Sebagai bagian dari upaya mencapai target tersebut, Dharma Polimetal aktif melakukan diversifikasi bisnis dengan merambah sektor energi terbarukan atau renewable energy component. Perseroan saat ini sedang menyiapkan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan teknologi ramah lingkungan di masa depan.

Selain memperkuat sektor komponen utama, DRMA juga mulai melirik potensi besar di pasar after market dengan memproduksi komponen pendukung seperti auxiliary battery. Ekspansi ke pasar purnajual ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pendapatan baru yang stabil bagi perusahaan di tengah fluktuasi pasar kendaraan baru.

Di sisi lain, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada perdagangan internasional dengan menargetkan pertumbuhan volume ekspor mencapai kisaran 50% pada tahun ini. Irianto mengakui adanya berbagai tantangan global yang menghadang, namun ia meyakini bahwa setiap kesulitan selalu membawa peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Perubahan Struktur Organisasi

Memasuki tahun buku 2026, Dharma Polimetal juga memperkenalkan wajah baru dalam jajaran manajemen puncaknya demi menyegarkan strategi perusahaan. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 17 April 2026.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyepakati penggantian Yosaphat Panuturi Simanjuntak dari jajaran direksi setelah beliau memberikan dedikasinya selama lebih dari dua dekade. Posisi penting yang ditinggalkan oleh Yosaphat tersebut kini resmi ditempati oleh Dian Eka Hartiningsih sebagai direktur baru perusahaan.

Dian Eka Hartiningsih bukanlah orang baru di industri ini, mengingat rekam jejak profesionalnya yang sangat solid selama lebih dari 19 tahun di dunia otomotif. Sebelum bergabung dengan DRMA, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur di PAKO Group yang berada di bawah naungan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO).

Dengan susunan manajemen yang baru dan ketersediaan dana ekspansi, Dharma Polimetal berharap dapat terus melaju kencang di industri komponen otomotif nasional maupun global. Sinergi antara pimpinan baru dan strategi diversifikasi produk menjadi modal utama perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang tahun 2026 ini.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.