SINI, Emiten Milik Hapsoro, Bakal Akuisisi Tambang Batu Bara PTRO

SINI, Emiten Milik Hapsoro, Bakal Akuisisi Tambang Batu Bara PTRO

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, tengah mematangkan rencana besar untuk melakukan ekspansi di sektor energi melalui akuisisi tambang batu bara. Perusahaan tersebut berniat mengambil alih PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk. (PTRO) dengan nilai transaksi yang diproyeksikan mencapai Rp1,73 triliun.

Aksi korporasi ini akan dilakukan melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau yang lebih dikenal sebagai rights issue. Melalui langkah strategis ini, SINI menargetkan kepemilikan saham sebesar 99,995% atau setara dengan 507,38 juta lembar saham di PT Kemilau Mulia Sakti.

Profil Aset dan Kapasitas Produksi KMS

PT Kemilau Mulia Sakti sendiri merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang memiliki wilayah operasional strategis di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Aset ini sebelumnya diakuisisi oleh PT Petrosea Tbk. (PTRO), perusahaan di bawah kendali Prajogo Pangestu, pada tahun 2023 silam sebelum kini direncanakan untuk dilepas ke SINI.

Berdasarkan data teknis yang tersedia, KMS mengelola area tambang seluas 4.776 hektare dengan potensi cadangan batu bara yang sangat signifikan bagi keberlanjutan bisnis energi di masa depan. Total sumber daya batu bara yang telah teridentifikasi pada area tersebut mencapai 164,1 juta ton, yang menunjukkan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Dari total sumber daya tersebut, jumlah cadangan yang dapat ditambang (mineable reserves) diperkirakan menyentuh angka 82 juta ton. Operasional tambang ini juga diprediksi akan melibatkan volume pengerjaan tanah atau overburden removal sebesar 549 juta BCM dengan rasio pengupasan jangka panjang (stripping ratio) sebesar 6,7 kali.

Mekanisme Pendanaan dan Skema Rights Issue

Komponen Transaksi Detail Informasi
Jumlah Saham Baru (Rights Issue) Maksimal 721,5 Juta Saham
Estimasi Harga Pelaksanaan Rp5.000 per Saham
Target Total Dana yang Dihimpun Rp3,61 Triliun
Nilai Akuisisi PT KMS Rp1,73 Triliun
Kepemilikan Saham yang Diakuisisi 99,995% (507,38 Juta Saham)

Guna memenuhi kebutuhan dana untuk proses pengambilalihan aset jumbo tersebut, SINI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru. Jika harga pelaksanaan dipatok pada angka Rp5.000 per saham, maka perseroan berpeluang mendapatkan suntikan modal segar hingga Rp3,61 triliun.

Manajemen PT Singaraja Putra Tbk. dalam keterbukaan informasinya pada Kamis (16/4/2026) menjelaskan bahwa dana hasil HMETD tersebut akan dialokasikan secara mendalam untuk beberapa kebutuhan utama. Selain untuk membiayai akuisisi KMS, dana tersebut akan digunakan untuk pelunasan utang kepada kreditur serta penguatan modal kerja perusahaan.

Analisis Materialitas dan Kewajaran Transaksi

Dari sisi regulasi pasar modal, akuisisi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya mencapai sekitar 110,27% dari total keseluruhan aset yang dimiliki oleh SINI saat ini. Mengingat keterlibatan pihak-pihak yang terafiliasi, transaksi ini juga dipantau ketat sebagai bentuk transaksi afiliasi dalam lingkup korporasi.

Meski melibatkan nilai yang fantastis, pihak manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan transaksi ini tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan tidak mengandung benturan kepentingan. Hasil evaluasi independen menunjukkan bahwa nilai akuisisi Rp1,73 triliun masih berada di bawah estimasi nilai pasar wajar yang dipatok sebesar Rp1,84 triliun.

Langkah ekspansi ke sektor batu bara ini dianggap sangat krusial dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan yang sebelumnya sempat menghadapi tantangan di sisi ekuitas. Dengan masuknya dana segar dari investor melalui rights issue, posisi ekuitas perseroan diprediksi akan segera berbalik menjadi positif dan lebih stabil.

Perspektif Strategis Petrosea dan Persetujuan RUPS

Bagi PT Petrosea Tbk. (PTRO), keputusan untuk melakukan divestasi atas KMS merupakan langkah strategis yang diambil demi mempertajam fokus pada inti bisnis perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional secara menyeluruh serta membantu optimalisasi alokasi sumber daya di internal grup Petrosea.

Kedua belah pihak telah secara resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (PPJB) terkait pengalihan kepemilikan KMS pada Rabu (15/4/2026). Setelah seluruh dokumen legal dan syarat terpenuhi, maka kepemilikan mayoritas secara otomatis akan beralih sepenuhnya dari PTRO ke bawah kendali PT Singaraja Putra Tbk.

Rangkaian rencana besar ini selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 26 Mei 2026. Keberhasilan transaksi ini juga akan sangat bergantung pada pemenuhan berbagai ketentuan dari regulator terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen SINI optimistis bahwa sektor pertambangan batu bara tetap memiliki daya tarik yang sangat solid, didorong oleh tingginya permintaan global yang konsisten terutama dari negara-negara di kawasan Asia. Integrasi KMS ke dalam portofolio SINI diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan di tahun-tahun mendatang.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.