Song Mino Terancam Hukuman 1,5 Tahun Penjara Akibat Menghindari Wajib Militer

Song Mino Terancam Hukuman 1,5 Tahun Penjara Akibat Menghindari Wajib Militer

Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara resmi telah menjatuhkan tuntutan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan kepada rapper kenamaan Korea Selatan, Song Mino. Keputusan hukum ini merupakan konsekuensi serius akibat tindakan sang artis yang dinilai telah mangkir dalam menjalankan tanggung jawab wajib militer (wamil).

Pembacaan tuntutan pidana tersebut dilangsungkan dalam agenda persidangan yang bertempat di Pengadilan Distrik Seoul Barat pada tanggal 21 April 2026. Jaksa mengungkapkan fakta bahwa personel grup WINNER ini telah mengabaikan kewajibannya selama masa penugasan di instansi pelayanan publik yang telah ditentukan.

Detail Pelanggaran Masa Tugas

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh pihak kejaksaan, Song Mino tercatat absen tanpa keterangan yang jelas selama 102 hari dari total 430 hari masa tugasnya. Jumlah tersebut merupakan bagian signifikan dari periode 21 bulan pengabdiannya yang seharusnya dijalankan di The Mapo Resident Welfare Facility.

Selain sering tidak hadir tanpa alasan, penyanyi tersebut juga dilaporkan kerap mengajukan izin sakit tanpa disertai dengan dokumen medis yang sah atau jelas. Jaksa menekankan bahwa pada intinya Song Mino telah gagal total dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya selama masa wajib militer.

Kategori Data Keterangan Statistik
Tuntutan Penjara 1 Tahun 6 Bulan
Total Masa Tugas 430 Hari (21 Bulan)
Jumlah Hari Mangkir 102 Hari
Lokasi Penugasan The Mapo Resident Welfare Facility

Pernyataan dan Penyesalan Song Mino

Menanggapi tuntutan jaksa dalam sidang perdana tersebut, Song Mino yang hadir secara langsung menyatakan bahwa dirinya tidak akan melakukan pembelaan diri. Ia secara terbuka mengakui kesalahan dan menegaskan tidak ingin menggunakan kondisi kesehatan mentalnya sebagai tameng atas kelalaian tersebut.

Mino menegaskan bahwa gangguan panik serta bipolar yang dideritanya bukan menjadi alasan untuk membenarkan kegagalannya memenuhi tanggung jawab sebagai pemuda warga negara Korea. Pelantun lagu bertajuk Run Away ini merasa sangat bersalah karena telah menunjukkan perilaku yang dianggapnya sangat memalukan.

Sebagai seorang figur publik, ia menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena telah gagal memberikan contoh yang baik bagi masyarakat luas. Dirinya menutup pernyataan dengan menekankan rasa penyesalan yang sangat besar atas segala keputusan dan tindakan yang telah diambilnya selama ini.

Awal Mula Terungkapnya Kasus

Skandal terkait dugaan pelanggaran aturan wajib militer ini pertama kali mencuat ke publik setelah media investigasi Dispatch merilis sebuah laporan mendalam. Dalam artikel yang dipublikasikan pada tahun 2024 tersebut, terungkap bahwa Song Mino sering melakukan manipulasi pencatatan kehadiran secara manual.

Dispatch membeberkan fakta bahwa meski sang rapper sempat terlihat mendatangi lokasi bertugas di The Mapo Resident Welfare Facility, ia tidak benar-benar bekerja. Laporan tersebut menyebutkan bahwa ia hanya singgah sebentar saja untuk kemudian berbaring dan menghabiskan waktu bermain game sebelum memutuskan pulang.

Berbagai rincian mengenai kelalaian ini akhirnya menjadi dasar kuat bagi pihak berwenang untuk menyeret kasus ini ke meja hijau demi menegakkan hukum militer. Song Mino kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat atas ketidakpatuhannya dalam menjalankan instruksi negara yang bersifat wajib bagi seluruh pemuda di sana.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: celebrity.okezone.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.