PSIM Yogyakarta saat ini sedang melewati masa sulit dalam kompetisi BRI Super League musim 2025/2026. Meski sempat menunjukkan performa yang menjanjikan pada awal musim, grafik permainan Laskar Mataram justru merosot tajam ketika memasuki paruh kedua kompetisi.
Hingga memasuki pekan ke-28, posisi PSIM masih tertahan di urutan ke-10 klasemen sementara dengan total raihan 38 poin. Pencapaian tersebut berasal dari catatan sembilan kali kemenangan, 11 hasil imbang, serta harus menelan delapan kali kekalahan.
Dalam lima pertandingan terakhirnya, skuat asuhan Jean-Paul van Gastel ini bahkan tidak mampu mengamankan satu pun kemenangan penuh. Kekalahan terbaru dialami Franco Ramos dan rekan-rekan saat ditekuk 1-2 oleh Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (17/4/2026).
Kondisi ini membuat Laskar Mataram berada dalam tekanan besar untuk segera bangkit demi mengejar kembali posisi papan atas. Mereka harus mengulang momentum positif yang pernah diraih pada putaran pertama jika ingin memperbaiki posisi klasemen.
Kendala Finansial dan Aktivitas Transfer
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa timnya memang sedang menghadapi ujian yang sangat berat pada paruh musim ini. Salah satu penyebab utamanya adalah terbatasnya ruang gerak manajemen klub di bursa transfer pemain.
Berbeda dengan kontestan lain yang memperkuat skuat secara besar-besaran, Laskar Mataram tercatat hanya mendatangkan bek asal Belanda, Jop van der Avert. Van Gastel menyadari bahwa kurangnya penambahan amunisi baru menjadi pembeda kualitas antara timnya dengan para pesaing.
Ia menjelaskan bahwa tim promosi ini sebenarnya memulai liga dengan sangat impresif lewat koleksi 30 poin dari 17 laga awal. Namun, saat jendela transfer dibuka, tim seharusnya melakukan pembenahan pada sektor-sektor yang dianggap menjadi titik lemah permainan.
Sayangnya, kebijakan penguatan skuat tersebut tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pihak manajemen klub. Van Gastel menyebutkan bahwa PSIM tidak memiliki dana untuk belanja pemain, sementara tim lawan justru aktif meningkatkan kualitas mereka.
Dampak Migrasi Pemain Liga India
Van Gastel juga memberikan sorotan khusus terhadap fenomena kepindahan massal pemain asing dari Indian Super League (ISL) ke Indonesia. Menurutnya, gelombang kehadiran pemain dari liga India tersebut telah meningkatkan standar kompetisi BRI Super League secara signifikan.
Terdapat sekitar sepuluh legiun asing baru yang bergabung dengan berbagai klub lokal pada putaran kedua musim ini. Kehadiran para pemain impor tersebut diakui membuat peta persaingan menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan putaran pertama.
Juru taktik asal Belanda ini mengamati bahwa kekuatan tim lawan saat ini sudah sangat berbeda karena kualitas individu pemain mereka meningkat. Hal inilah yang membuat upaya PSIM untuk meraih kemenangan menjadi semakin sulit karena lawan-lawan mereka kini lebih tangguh.
Migrasi para pemain berkualitas tersebut kemungkinan besar dipicu oleh situasi sulit yang sedang terjadi di kompetisi kasta tertinggi India. Meski fenomena ini berdampak baik bagi level liga di Indonesia, PSIM harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan hasil maksimal.
Evaluasi dan Ambisi di Sisa Musim
Tujuan utama PSIM sebagai tim yang baru naik kasta sebenarnya hanyalah untuk bertahan dan tidak terdegradasi dari liga tertinggi. Walaupun demikian, Van Gastel tetap menanamkan ambisi pribadi yang tinggi untuk membawa klubnya finis di posisi terbaik.
Ia menegaskan bahwa meskipun putaran kedua terasa lebih berat, timnya masih berada di jalur yang benar untuk memenuhi target bertahan. Pelatih tersebut menyatakan keinginan kuatnya untuk bisa mengakhiri kompetisi di peringkat setinggi mungkin dalam tabel klasemen.
| Statistik Putaran Kedua | Jumlah Pertandingan |
|---|---|
| Total Laga | 11 |
| Kemenangan | 1 |
| Hasil Imbang | 5 |
| Kekalahan | 5 |
Van Gastel tidak menyembunyikan rasa kecewanya melihat rapor tim yang hanya meraih satu kemenangan dari sebelas pertandingan terakhir. Ia merasa skuatnya seharusnya mampu mendulang poin lebih banyak jika melihat peluang yang tercipta di lapangan.
Saat ini, ia mengakui bahwa PSIM sedang berada dalam fase penurunan performa yang cukup mengkhawatirkan bagi seluruh elemen tim. Staf pelatih kini sedang bekerja keras mencari solusi efektif guna mengubah tren negatif ini sebelum kompetisi berakhir.