Nilai tukar mata uang garuda kembali menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. Berdasarkan pantauan data perdagangan pada Sabtu, 18 April 2026, nilai tukar rupiah di sejumlah perbankan besar tanah air seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI terpantau telah menembus angka psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Kondisi ini menyusul penutupan perdagangan pada hari sebelumnya, Jumat, 17 April 2026, di mana mata uang domestik berakhir di posisi Rp17.185 per dolar AS. Menurut data Tradingview, pelemahan tersebut tercatat sebesar 0,28 persen atau mengalami penurunan sebanyak 48 poin dibandingkan posisi pada sesi perdagangan sebelumnya.
Fenomena pelemahan mata uang ini ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia. Yen Jepang tercatat mengalami depresiasi sebesar 0,07 persen, sementara yuan China melemah 0,09 persen, dolar Singapura turun 0,03 persen, serta won Korea Selatan terkoreksi 0,16 persen terhadap dolar AS.
Penurunan nilai tukar juga terlihat pada dolar Hong Kong sebesar 0,07 persen dan dolar Taiwan yang tergerus 0,05 persen di tengah menguatnya dominasi mata uang Negeri Paman Sam. Di wilayah Asia Tenggara, mata uang peso Filipina turut melemah 0,08 persen, disusul oleh ringgit Malaysia yang merosot sekitar 0,05 persen terhadap dolar AS.
Baht Thailand menjadi mata uang di kawasan ASEAN yang mencatatkan penurunan paling dalam dengan persentase mencapai 0,38 persen. Sebaliknya, hanya mata uang rupee India yang sanggup melawan arus pelemahan dengan mencatatkan apresiasi tipis sebesar 0,04 persen terhadap dolar AS pada periode perdagangan tersebut.
Lukman Leong, yang merupakan seorang analis dari Doo Financial Futures, memberikan pandangannya bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Ia menegaskan bahwa posisi rupiah dalam perdagangan terbaru merupakan titik terlemah yang pernah dialami mata uang Indonesia sepanjang sejarahnya.
Lebih lanjut, Lukman memberikan estimasi bahwa pergerakan rupiah pada pekan depan kemungkinan besar masih akan dibayangi oleh tren negatif yang cukup kuat. Rentang pergerakan mata uang garuda diprediksi akan berada di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar AS dengan kecenderungan tetap berada di zona merah.
Rincian Kurs Dolar AS di Berbagai Bank
Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penukaran valuta asing, berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS pada empat bank besar di Indonesia. Data ini mencakup kurs yang ditetapkan melalui skema e-rate, TT counter, maupun transaksi bank notes atau uang kertas asing.
| Nama Perbankan | Jenis Kurs | Harga Beli (IDR) | Harga Jual (IDR) |
|---|---|---|---|
| PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) | E-Rate | 17.070 | 17.180 |
| PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) | TT Counter | 17.030 | 17.330 |
| PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) | Bank Notes | 17.040 | 17.340 |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) | E-Rate | 17.103 | 17.290 |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) | TT Counter | 17.040 | 17.340 |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. | Special Rate | 17.140 | 17.170 |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. | TT Counter | 16.980 | 17.280 |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. | Bank Notes | 16.980 | 17.280 |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) | Special Rates | 17.120 | 17.270 |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) | TT Counter | 17.065 | 17.365 |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) | Bank Notes | 17.065 | 17.365 |
PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis angka e-rate pada pukul 07.01 WIB dengan harga beli Rp17.070 dan harga jual Rp17.180. Sementara itu, untuk layanan di loket atau TT counter, bank swasta terbesar di tanah air ini mematok harga beli di angka Rp17.030 dengan harga jual mencapai Rp17.330.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memperbarui data e-rate mereka pada pukul 09.33 WIB dengan harga beli Rp17.103 dan jual Rp17.290. Untuk transaksi melalui TT counter, BRI menetapkan selisih harga yang cukup lebar yakni harga beli Rp17.040 dan harga jual yang dipatok Rp17.340 per dolar AS.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah melakukan pemutakhiran data sejak 17 April 2026 dengan menetapkan special rate pada angka beli Rp17.140 dan jual Rp17.170. Bank dengan identitas logo pita emas ini juga menetapkan harga yang sama untuk kategori TT counter dan bank notes, yaitu beli Rp16.980 serta jual Rp17.280.
Terakhir, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memantapkan kurs special rates mereka pada pukul 09.35 WIB di level beli Rp17.120 dan jual Rp17.270. Sedangkan untuk transaksi fisik atau bank notes, nasabah BNI akan dikenakan harga beli sebesar Rp17.065 dengan harga jual yang menyentuh angka Rp17.365 per dolar AS.
Kondisi pasar keuangan yang fluktuatif ini membuat para pelaku usaha dan eksportir-importir perlu waspada terhadap dampak ambrolnya nilai tukar rupiah. Situasi ini juga menjadi perhatian serius mengingat pelemahan rupiah ini telah melewati level-level kritis yang jarang terjadi dalam sejarah moneter Indonesia sebelumnya.