Penduduk Kota Bitung yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ini sedang diliputi rasa cemas akibat munculnya suara gemuruh misterius yang bersumber dari dalam tanah. Fenomena yang memicu kehebohan di berbagai platform media sosial tersebut kini tengah berada dalam penanganan serius oleh tim ahli dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kabar mengenai kejadian ini dikonfirmasi secara langsung oleh Altin Abraham Tumengko selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung pada hari Minggu, 19 April 2026. Altin membenarkan adanya laporan masyarakat terkait suara yang terdengar dari bawah tanah dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat.
Lokasi spesifik terdengarnya suara gemuruh tersebut dilaporkan berada di wilayah Lorong 8, Madidir Ure, Kecamatan Madidir, yang merupakan bagian dari Kota Bitung. Tim teknis dari BMKG diketahui sudah mulai melakukan peninjauan lapangan guna memeriksa kondisi di lokasi kejadian sejak Selasa, 14 Juni, silam.
Pemerintah Kota Bitung mendampingi langsung tim BMKG saat melakukan pengecekan awal untuk memantau situasi dan kondisi terkini di titik yang dilaporkan warga. Altin menambahkan bahwa pihak otoritas setempat saat ini masih menunggu hasil investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti di balik fenomena unik ini.
Proses identifikasi suara tersebut dinilai memerlukan peralatan khusus yang memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi getaran atau frekuensi tertentu di dalam tanah. BMKG berencana mengambil langkah lanjutan dengan mengerahkan perangkat yang lebih canggih guna memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi di bawah permukaan tanah wilayah tersebut.
Di sisi lain, Niken Kusumawardani yang menjabat sebagai Forecaster BMKG Kota Bitung memberikan penegasan bahwa suara gemuruh itu tidak berkaitan dengan aktivitas kegempaan. Pernyataan ini bertujuan untuk menepis kekhawatiran warga mengingat Bitung sebelumnya memang sempat dilaporkan terdampak oleh guncangan gempa bumi.
Niken memastikan bahwa sumber suara tersebut bukan dipicu oleh aktivitas tektonik atau sisa dari getaran gempa yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Meskipun demikian, kajian mendalam tetap harus dilakukan melalui koordinasi yang intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Saat ini, BMKG sedang menanti hasil observasi dan kajian teknis dari para pakar Badan Geologi pusat yang berada di bawah naungan PVMBG. Sinergi antara lembaga ini diharapkan dapat memberikan jawaban ilmiah yang akurat mengenai asal-usul suara yang mencemaskan masyarakat di wilayah Madidir Ure.
Informasi mengenai kejadian ini semakin meluas setelah sebuah rekaman video yang memperlihatkan kerumunan warga di lokasi sumber suara beredar secara masif. Dalam cuplikan tersebut, masyarakat terlihat berupaya mengabadikan suara tersebut menggunakan alat perekam pada ponsel genggam mereka masing-masing.
Salah seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengklaim bahwa suara gemuruh misterius ini sebenarnya sudah mulai terdengar sejak tiga minggu belakangan. Ia juga menggambarkan bahwa bunyi yang dihasilkan oleh tanah di kawasan tersebut memiliki kemiripan dengan suara mesin kapal besar yang sedang beroperasi.
Wanita yang merekam video tersebut juga mengungkapkan rasa herannya terhadap getaran suara yang terasa menyebar di area bawah tanah Lorong 8. Sambil terus merekam, ia menyampaikan kekhawatiran mengenai arti dari fenomena suara gemuruh yang tidak kunjung berhenti tersebut.