Akademisi UMM Berhasil Masuk Daftar 100 Ilmuwan Terbaik Dunia

Akademisi UMM Berhasil Masuk Daftar 100 Ilmuwan Terbaik Dunia

Seorang pengajar dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan masuk dalam jajaran 100 akademisi terbaik dunia di bidang ilmu sosial versi measuresHE. Pencapaian luar biasa ini menempatkan Fatih di posisi ke-91, bersanding dengan para peneliti ternama dari institusi pendidikan terkemuka dunia seperti Oxford University dan Deakin University.

Berbeda dengan sistem peringkat pada umumnya yang seringkali berbasis langganan, measuresHE melakukan penilaian secara objektif terhadap rekam jejak individu peneliti melalui profil akademik resmi. Proses kurasi yang dilakukan lembaga ini sangat mengedepankan substansi intelektual tanpa memandang besar kecilnya nama institusi asal sang akademisi tersebut.

Metodologi Penilaian dan Indikator Kualitas

Fatih menjelaskan bahwa pemeringkatan ini didasarkan pada tiga indikator metrik yang sangat ketat untuk memastikan integritas akademik seorang peneliti. Ketiga parameter tersebut meliputi Research Gravitas yang menilai kedalaman intelektual, Olympic Mean untuk konsistensi kualitas karya, serta Interaction Credit sebagai ukuran kolaborasi substantif antarpakar.

Indikator Metrik Penjelasan Fungsi
Research Gravitas Mengukur kedalaman serta bobot intelektual dari karya ilmiah yang dihasilkan.
Olympic Mean Menyaring dan menilai konsistensi mutu dari setiap karya yang dipublikasikan.
Interaction Credit Apresiasi terhadap tingkat kolaborasi substantif yang dilakukan oleh peneliti.

Data riset yang digunakan dalam penilaian ini dilacak secara murni melalui platform kredibel seperti Scopus dan Web of Science guna memastikan validitas karya. Baginya, pengakuan internasional ini membuktikan bahwa kualitas serta dampak nyata sebuah penelitian jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kuantitas jumlah publikasi semata.

Fokus Riset dan Kontribusi pada Masyarakat

Selama menjalani karier akademiknya, Fatih telah mempublikasikan puluhan artikel ilmiah yang terindeks secara global di berbagai basis data bergengsi. Ia tercatat memiliki sekitar 60 artikel di Scopus, 5 artikel di Web of Science Core Collection, serta ratusan karya ilmiah lainnya yang dapat ditemukan pada Google Scholar.

Isu-isu yang diangkat dalam penelitiannya selalu berkaitan erat dengan fenomena di masyarakat, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika hukum di era disrupsi. Fatih menekankan pentingnya hukum yang aplikatif agar teori-teori keilmuan dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat luas secara langsung.

Salah satu bukti nyata dari risetnya yang berpengaruh luas adalah kajian mendalam yang ia lakukan saat masa pandemi pada tahun 2021 silam. Dalam studi tersebut, ia membedah pola ekspresi masyarakat di media sosial serta meninjau berbagai konsekuensi hukum yang muncul akibat aktivitas digital tersebut.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: edukasi.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.