Bek andalan Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, saat ini tengah menjalani masa pemulihan intensif setelah menjadi korban insiden tendangan "kung fu" yang dilakukan oleh pemain sayap Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto. Pemuda yang lahir di Jakarta pada 15 Desember 2008 tersebut terpaksa harus menggunakan alat bantu penyangga lengan atau arm sling sembari menanti hasil pemeriksaan medis mendalam melalui prosedur MRI.
Rakha terlihat hadir secara langsung dalam agenda mediasi yang mempertemukan pihak manajemen Dewa United U-20 dengan Bhayangkara FC U-20 di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu, 22 April 2026. Meskipun ia menyempatkan diri untuk datang ke lokasi pertemuan tersebut, kondisi fisiknya tampak jelas belum pulih sepenuhnya dari dampak benturan keras yang dialaminya.
Dalam kesempatan tersebut, Rakha mengungkapkan bahwa dirinya sedang berupaya maksimal untuk sembuh meski masih merasakan sakit pada beberapa bagian tubuhnya akibat insiden di lapangan hijau. Ia menyampaikan harapan serta doa agar proses penyembuhan ini berjalan lancar sehingga dirinya bisa segera kembali bugar dan beraktivitas normal seperti sediakala dalam waktu dekat.
Pantauan Tim Medis dan Kondisi Psikologis Pemain
Pertemuan mediasi yang berlangsung di Tangerang tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi klub, termasuk Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, serta Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel. Selain para petinggi, hadir pula Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, bersama kedua pemain yang terlibat langsung dalam insiden, yakni pelaku tendangan Fadly Alberto dan korbannya, Rakha Nurkholis.
Peristiwa yang memicu keributan antar-skuad ini sendiri terjadi di Stadion Citarum, Semarang, pada hari Minggu, 19 April 2026, dalam rangkaian pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20. Insiden panas tersebut sempat mencuri perhatian publik karena intensitas emosi yang meluap di antara para pemain muda dari kedua tim yang bertanding.
Firman Utina selaku Direktur Akademi Dewa United menjelaskan secara mendetail bahwa kondisi Rakha saat ini masih berada di bawah pengawasan ketat dan pemantauan rutin dari tim medis klub. Meski demikian, legenda sepak bola Indonesia ini memberikan apresiasi terhadap semangat juang tinggi yang ditunjukkan oleh pemain bernomor punggung 130 tersebut untuk bisa segera merumput kembali.
Firman menambahkan bahwa meskipun Rakha sedang dalam tahap perawatan serius, pemain muda tersebut tetap berusaha hadir di lapangan untuk menjaga mentalitas dan mengingat jalur kariernya sebagai pesepak bola profesional. Secara psikologis, keinginan Rakha untuk sembuh sangatlah besar, namun pihak klub tetap harus bersabar menunggu hasil pemindaian MRI guna menentukan langkah tindakan medis selanjutnya yang paling tepat.
Harapan Manajemen dan Permintaan Maaf Pelaku
Hasil dari pemeriksaan MRI nantinya akan menjadi rujukan utama bagi tim dokter dalam menentukan apakah diperlukan prosedur medis khusus atau cukup dengan terapi pemulihan biasa bagi Rakha. Firman Utina menaruh harapan besar agar cedera yang menimpa anak asuhnya tersebut tidak tergolong cedera serius yang dapat mengancam karier masa depan sang pemain.
Dalam nada bicara yang lebih santai namun penuh makna, Firman mensyukuri fakta bahwa Rakha masih dalam kondisi sadar sepenuhnya dan memiliki ingatan yang baik terhadap keluarga serta lingkungan sekitarnya. Hal ini dianggap sebagai pertanda positif, dan pihak manajemen mendoakan agar dalam waktu yang tidak lama lagi, Rakha sudah bisa kembali berlatih bersama rekan-rekan setimnya di lapangan hijau.
Di sisi lain, Fadly Alberto sebagai pelaku tindakan tersebut telah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada Rakha Nurkholis atas perbuatannya yang terjadi di Semarang. Ia mengakui segala kesalahannya, memohon maaf kepada tim nasional Indonesia, dan menyatakan kesiapannya untuk menerima serta menjalani segala bentuk sanksi yang nantinya dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI.
Hasil Kesepakatan Mediasi Antara Dewa United dan Bhayangkara FC
| Poin | Detail Kesepakatan Mediasi |
|---|---|
| 1 | Proses mediasi dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan dan kedua belah pihak secara resmi sepakat untuk menempuh jalan damai. |
| 2 | Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Rakha Nurkholis dan seluruh jajaran manajemen Dewa United. |
| 3 | Rakha Nurkholis menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan telah memaafkan Alberto secara sepenuhnya tanpa rasa dendam. |
| 4 | Pimpinan Dewa United memberikan maaf kepada pihak pelaku namun menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum formal terkait insiden ini. |
| 5 | Pihak Dewa United berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku pemain dan staf pelatih di semua tingkatan kelompok usia akademi. |
| 6 | Manajemen Bhayangkara FC U-20 telah memberikan sanksi internal yang tegas kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas keributan tersebut. |
| 7 | Terlepas dari perdamaian secara personal, kasus ini tetap diserahkan sepenuhnya kepada Komdis PSSI dan operator I.League untuk diproses sesuai regulasi kompetisi. |
| 8 | Status kesehatan Rakha Nurkholis saat ini masih dalam tahap perawatan intensif sembari menunggu hasil pemeriksaan MRI keluar. |
Meskipun suasana perdamaian telah tercapai, perhatian utama tetap tertuju pada proses pemulihan fisik dan mental Rakha agar tidak mengalami trauma jangka panjang. Kehadiran para petinggi klub dalam proses mediasi ini menunjukkan adanya tanggung jawab besar dari kedua belah pihak untuk menjaga sportivitas dan marwah kompetisi usia muda di Indonesia.
Pihak penyelenggara liga dan PSSI diharapkan dapat memetik pelajaran dari insiden ini agar standar keamanan serta perilaku pemain di lapangan semakin profesional. Masa depan para pemain muda seperti Rakha dan Fadly menjadi pertaruhan besar apabila tindakan kekerasan di atas lapangan tidak segera ditangani dengan tindakan preventif dan edukasi yang memadai.