DRMA Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026 dan Perkuat Sektor Baterai

DRMA Targetkan Pertumbuhan Dua Digit pada 2026 dan Perkuat Sektor Baterai

PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA), perusahaan komponen otomotif yang merupakan bagian dari grup konglomerat TP Rachmat, telah menetapkan target ambisius untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja dua digit pada tahun 2026. Fokus utama perseroan dalam mencapai sasaran tersebut adalah dengan memperkuat lini bisnis baterai, melakukan ekspansi ke sektor energi terbarukan, serta memperluas jangkauan pasar ekspor mereka.

Irianto Santoso selaku Presiden Direktur Dharma Polimetal menyampaikan optimisme bahwa target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di atas 10 persen tetap dapat diraih meski industri sedang menghadapi tantangan eksternal. Salah satu tantangan tersebut adalah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, yang berdampak pada fluktuasi minat konsumen terhadap produk otomotif di pasar domestik.

Sepanjang tiga bulan terakhir, volume penjualan mobil secara nasional tercatat berada di level 200.000 unit, yang menunjukkan kondisi pasar yang cukup dinamis. Irianto berharap performa operasional dalam sembilan bulan mendatang akan terus membaik sehingga proyeksi kenaikan pendapatan serta laba bersih di tahun 2026 dapat terealisasi sepenuhnya.

Strategi Diversifikasi dan Ekspansi Pasar

Guna menopang pencapaian target yang telah ditetapkan, manajemen DRMA secara aktif menempuh langkah-langkah diversifikasi bisnis dengan merambah ke sektor komponen energi terbarukan. Perseroan saat ini tengah mengembangkan kapabilitas dalam memproduksi battery energy storage system sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tren teknologi hijau di masa depan.

Selain memperkuat fundamental di sektor industri, emiten ini juga mulai mengekspansi bisnisnya ke segmen after market melalui produksi baterai tambahan atau auxiliary battery. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pasar suku cadang dan kebutuhan baterai pendukung yang pasarnya masih terbuka lebar bagi perusahaan komponen lokal.

Peluang pertumbuhan lainnya juga dibidik melalui pasar internasional, di mana DRMA menargetkan peningkatan volume ekspor hingga mencapai angka 50 persen pada tahun ini. Irianto menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan global yang menghadang, manajemen tetap melihat adanya peluang emas di tengah kesulitan tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Data Kinerja Keuangan PT Dharma Polimetal Tbk.

Indikator Keuangan Tahun 2024 Tahun 2025 Pertumbuhan (%)
Penjualan Bersih (Triliun Rupiah) 5,507 5,93 7,8%
Beban Pokok Penjualan (Triliun Rupiah) 4,504 4,86 6,6%
Laba Bersih (Miliar Rupiah) 579,3 652,6 12,6%
Total Aset (Triliun Rupiah) 3,8 4,2 10,5%
Liabilitas dan Ekuitas (Triliun Rupiah) 3,84 4,28 11,4%

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per Desember 2025, perolehan laba bersih perusahaan melonjak 12,6 persen menjadi Rp652,6 miliar jika dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp579,3 miliar. Peningkatan keuntungan ini berjalan selaras dengan pertumbuhan penjualan bersih yang mampu mencapai Rp5,93 triliun, naik dari posisi Rp5,507 triliun di tahun 2024.

Kenaikan volume produksi juga menyebabkan beban pokok penjualan meningkat secara tahunan sebesar 6,6 persen, dari posisi Rp4,504 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp4,86 triliun pada akhir periode 2025. Namun, pengelolaan biaya yang efisien tetap memungkinkan perseroan menjaga margin keuntungan tetap sehat di tengah kenaikan biaya operasional dan bahan baku industri.

Dari sisi posisi keuangan, Dharma Polimetal membukukan total aset senilai Rp4,2 triliun pada akhir tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan dari nilai aset tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun. Komposisi total liabilitas dan ekuitas perusahaan juga mengalami penyesuaian menjadi Rp4,28 triliun, meningkat dari angka Rp3,84 triliun yang tercatat pada laporan keuangan periode 2024.

Langkah ekspansi DRMA tidak hanya berhenti pada produk baterai tradisional, tetapi juga meluas pada penyediaan stasiun pengisian daya cepat atau fast charging station untuk kendaraan listrik. Fokus pada ekosistem kendaraan listrik ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi emiten milik TP Rachmat tersebut dalam menghadapi pergeseran gaya hidup transportasi masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kepercayaan investor, DRMA pun telah mengalokasikan pembagian dividen sebesar Rp70 per saham menyusul torehan laba yang positif pada tahun buku sebelumnya. Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham sembari tetap menjaga cadangan dana untuk keperluan ekspansi bisnis.

Dalam rencana jangka panjangnya, perseroan juga telah menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure yang signifikan untuk membiayai sederet rencana strategis dan pengembangan fasilitas produksi. Transformasi menuju industri hijau dan ketahanan energi diharapkan mampu memperkokoh posisi Dharma Polimetal sebagai pemain utama dalam industri komponen otomotif dan energi terbarukan di tanah air.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: market.bisnis.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.