Duel Dua Miliarder Berebut Luar Angkasa, Amazon Siap Tantang SpaceX

Duel Dua Miliarder Berebut Luar Angkasa, Amazon Siap Tantang SpaceX

Persaingan sengit antara dua miliarder ternama dunia, Jeff Bezos dan Elon Musk, kini telah mencapai babak baru yang melibatkan penguasaan ruang angkasa. Berdasarkan laporan Financial Times pada Jumat (17/4/2026), Amazon yang dipimpin Bezos baru saja melakukan langkah strategis dengan mengucurkan dana sebesar USD 11 miliar guna mengakuisisi perusahaan satelit Globalstar.

Keputusan besar ini diambil sebagai upaya nyata Amazon untuk menandingi dominasi SpaceX milik Elon Musk yang saat ini memimpin industri satelit global. Ambisi Bezos melalui raksasa e-commerce tersebut menunjukkan keseriusannya dalam memperpendek jarak ketertinggalan teknologi dengan perusahaan milik Musk.

Tantangan Bisnis dan Perbandingan Performa Perusahaan

Meskipun memiliki potensi besar, industri satelit dikenal sebagai sektor yang sangat menantang karena tingginya biaya operasional serta risiko kegagalan yang pernah dialami banyak perusahaan sebelumnya. Globalstar sendiri sebenarnya telah lama beroperasi, namun hingga tahun 2025 tercatat pendapatannya masih di bawah USD 300 juta dan belum berhasil mencatatkan laba bersih.

Kondisi Globalstar tersebut berbanding terbalik dengan pencapaian SpaceX yang telah mengubah peta persaingan melalui layanan internet satelit Starlink di orbit rendah Bumi (LEO). Starlink kini menjadi penguasa pasar yang dominan berkat ribuan satelit yang sudah mengorbit dan menyediakan layanan koneksi luas bagi penggunanya di seluruh dunia.

Kategori Perbandingan Amazon (Globalstar/Project Kuiper) SpaceX (Starlink)
Nilai Investasi/Akuisisi USD 11 Miliar (Akuisisi Globalstar) Investasi Mandiri Berkelanjutan
Pendapatan 2025 (Globalstar) Kurang dari USD 300 Juta Dominasi Pasar LEO (Laba Terus Tumbuh)
Target Layanan Direct to Device (Mulai 2028) Sudah Beroperasi dengan Ribuan Satelit

Strategi Amazon Melalui Project Kuiper dan Amazon Leo

Amazon sebenarnya sudah merintis jalan di sektor ini sejak tahun 2019 lewat Project Kuiper yang kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi Amazon Leo pada November lalu. Program ambisius ini ditargetkan mampu menyediakan layanan koneksi data langsung ke perangkat atau "direct to device" mulai tahun 2028 tanpa bantuan jaringan seluler biasa.

Akuisisi terhadap Globalstar memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi Amazon, terutama dalam hal kepemilikan spektrum frekuensi yang sangat vital bagi komunikasi satelit. Menariknya, Globalstar sebelumnya memiliki kerja sama dengan Apple untuk fitur darurat iPhone, dan ke depan perangkat tersebut rencananya akan dialihkan ke jaringan Amazon Leo.

Masa Depan Perebutan Pangsa Pasar Internet Global

Potensi pertumbuhan industri satelit memang masih diperdebatkan mengingat infrastruktur jaringan seluler di daratan saat ini sudah sangat berkembang pesat dan merata. Namun, persaingan antara Bezos dan Musk ini secara tidak langsung telah membangkitkan kembali gairah industri satelit dunia yang sempat mengalami masa stagnasi.

Fenomena ini turut memicu lonjakan nilai saham pada sejumlah perusahaan pendukung seperti Viasat dan AST SpaceMobile yang kini dianggap sebagai target potensial untuk aksi akuisisi. Dengan modal kapitalisasi pasar yang menyentuh angka USD 3 triliun, Amazon memiliki kekuatan finansial yang nyaris tak terbatas untuk terus membiayai proyek ambisius ini.

Selain melalui Amazon, Jeff Bezos juga memperkuat posisinya di industri luar angkasa lewat perusahaan pribadinya yaitu Blue Origin sebagai bentuk optimisme pada masa depan. Persaingan dua orang terkaya di planet ini pada akhirnya diharapkan mampu mempercepat inovasi teknologi serta memberikan lebih banyak pilihan layanan bagi konsumen global.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.