Emas Dunia Diprediksi Capai USD 5.000, Berapa Harga Logam Mulia Antam?

Emas Dunia Diprediksi Capai USD 5.000, Berapa Harga Logam Mulia Antam?

Analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, memberikan proyeksi bahwa nilai emas dunia serta logam mulia domestik masih akan mengalami fluktuasi yang dinamis dalam rentang waktu satu pekan mendatang. Meskipun terdapat ketidakpastian, ia melihat adanya peluang penguatan yang signifikan di mana harga emas dunia sebelumnya telah bertengger di posisi USD 4.834 per ons dan logam mulia di angka Rp 2.868.000 per gram.

Ibrahim menjelaskan bahwa pergerakan harga di masa depan akan sangat bergantung pada titik support dan resistance yang saat ini memiliki rentang cukup lebar. Jika terjadi koreksi teknis, harga emas dunia kemungkinan akan menuju level dukungan pertama di USD 4.703, sementara logam mulia di Indonesia diprediksi bisa turun sekitar Rp 30.000 menjadi Rp 2.838.000 per gram.

Proyeksi Penurunan dan Kenaikan Harga

Apabila tekanan pasar terus berlanjut tanpa hambatan, harga emas global memiliki risiko merosot lebih jauh hingga menyentuh level USD 4.441 per ons. Penurunan tajam di pasar internasional tersebut berpotensi menyeret harga logam mulia di pasar domestik hingga ke level Rp 2.785.000 per gram, yang berarti harganya bisa jatuh di bawah angka psikologis Rp 2.800.000.

Sebaliknya, potensi lonjakan harga juga tetap terbuka lebar jika didukung oleh sentimen global yang kuat, bahkan diprediksi bisa menembus angka USD 5.000 hingga mencapai USD 5.152 per ons. Kenaikan drastis pada level internasional ini dipastikan akan memicu lonjakan harga logam mulia di dalam negeri secara paralel mengikuti tren pasar dunia.

Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia berhasil melewati batas resistance pertama di level USD 4.945, maka harga logam mulia lokal diperkirakan naik Rp 30.000 menjadi Rp 2.898.000 per gram. Ia menambahkan bahwa berdasarkan data fundamental, ada kemungkinan besar harga akan melampaui level USD 5.152, sehingga harga logam mulia pekan depan berpotensi menembus Rp 3.100.000 per gram.

Data Estimasi Harga Emas dan Logam Mulia

Kategori Sentimen Harga Emas Dunia (USD/ons) Harga Logam Mulia (IDR/gram)
Level Penutupan Terakhir 4.834 2.868.000
Level Support Pertama 4.703 2.838.000
Level Support Kedua (Potensi Terendah) 4.441 2.785.000
Level Resistance Pertama 4.945 2.898.000
Level Target Kenaikan Tinggi 5.152 3.100.000

Ibrahim menekankan bahwa dinamika harga emas sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik global, kebijakan moneter bank sentral, stabilitas politik di Amerika Serikat, serta ancaman perang dagang yang nyata. Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur tetap menjadi faktor paling dominan yang memicu volatilitas harga berbagai komoditas global, termasuk emas sebagai aset aman.

Analisis Pergerakan Pasar Pekan Lalu

Pada perdagangan yang berlangsung Jumat pekan lalu, harga emas melanjutkan tren positifnya seiring dengan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat di pasar uang. Kenaikan ini juga dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang menjamin jalur Selat Hormuz tetap terbuka selama masa gencatan senjata, sebuah kabar yang menenangkan kekhawatiran pelaku pasar akan inflasi.

Berdasarkan data dari CNBC, harga emas di pasar spot mencatatkan kenaikan sebesar 1,5 persen ke posisi USD 4.860,39 per ons dengan akumulasi penguatan lebih dari 2 persen sepanjang pekan tersebut. Sementara itu, kontrak berjangka emas di Amerika Serikat juga mengalami penguatan sebesar 1,6 persen hingga mencapai level USD 4.883,20 per ons.

Kepastian mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz yang akan mengikuti koordinasi Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran telah memberikan sentimen positif bagi stabilitas distribusi logistik global. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan segera tercapai meskipun rincian waktunya belum dapat dipastikan.

Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menilai pembukaan kembali selat tersebut sebagai peristiwa krusial yang menekan harga minyak dunia. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran inflasi dan menghidupkan kembali harapan akan penurunan suku bunga bank sentral, yang secara historis merupakan berita positif bagi penguatan harga emas.

Grant juga menambahkan bahwa harga emas memiliki peluang besar untuk kembali mengalami penguatan jangka pendek dan bertahan di atas level USD 5.000 per ons dalam waktu dekat. Penurunan nilai tukar dolar AS dan harga minyak mentah membuat investasi pada emas batangan menjadi jauh lebih menarik bagi para pemegang mata uang asing lainnya.

Sentimen Lain yang Mempengaruhi Pasar Logam

Sebelumnya, harga emas di pasar spot sempat mengalami tekanan setelah aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Kejadian tersebut sempat memicu kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi, sehingga pasar sempat pesimistis terhadap rencana penurunan suku bunga oleh otoritas moneter.

Emas secara tradisional dianggap kurang menarik bagi investor ketika biaya pinjaman atau suku bunga tetap tinggi karena aset ini tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Di sisi lain, muncul kendala teknis di India di mana bank-bank menghentikan pesanan emas dan perak karena adanya hambatan izin impor dari pihak bea cukai setempat.

Statistik Harga Logam Lainnya

Jenis Logam Harga Spot Terakhir Kenaikan Persentase
Perak USD 81,99 /ons 4,6% (Mingguan 8%)
Platinum USD 2.130,42 /ons 2,1%
Paladium USD 1.588,44 /ons 2,4%

Selain emas, logam mulia lainnya seperti perak juga menunjukkan performa yang sangat impresif dengan kenaikan mingguan mencapai 8 persen hingga menyentuh USD 81,99 per ons. Logam industri dan investasi lainnya seperti platinum serta paladium turut mencatatkan kenaikan yang konsisten, memperkuat tren positif di sektor komoditas logam berharga secara keseluruhan.

Logam mulia sendiri didefinisikan sebagai kelompok logam yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap proses korosi maupun oksidasi alami. Karakteristik kimiawi yang stabil ini menjadikan emas, perak, dan kelompok platinum sebagai standar kekayaan serta instrumen lindung nilai utama dalam sistem ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.liputan6.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.