Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan catatan khusus mengenai berbagai isu yang muncul selama periode Angkutan Lebaran 2026 atau arus mudik dan balik. Berbagai evaluasi ini dikumpulkan untuk menjadi landasan perbaikan teknis dalam penyelenggaraan transportasi bagi masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Secara umum, Dudy menilai bahwa penggunaan transportasi umum baik lewat jalur darat, udara, laut, maupun kereta api telah berjalan dengan cukup lancar. Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penumpang angkutan umum tahun ini relatif stabil tanpa adanya gangguan yang sangat menonjol di lapangan.
Sorotan Titik Kepadatan Arus Mudik dan Balik
Menhub memberikan perhatian lebih pada munculnya titik-titik kepadatan yang terjadi secara signifikan tepat pada puncak arus mudik serta arus balik 2026. Area yang menjadi sorotan utama mencakup rest area KM 57 pada ruas tol Jakarta-Cikampek, akses menuju jalan tol di wilayah Sumatera, serta Pelabuhan Gilimanuk.
Pihak Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga guna melakukan evaluasi mendalam terhadap fasilitas rest area tersebut. Mitigasi yang lebih terencana diharapkan dapat mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang serupa di masa depan agar kenyamanan pengguna tol tetap terjaga.
Mengenai operasional di Pelabuhan Gilimanuk, Dudy Purwagandhi mengakui sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas selama dua hari berturut-turut pada masa puncak mudik. Namun, kendala tersebut dilaporkan berhasil terurai dengan baik saat memasuki hari ketiga pelaksanaan setelah dilakukan langkah-langkah darurat.
Penyebab utama penumpukan di pelabuhan tersebut diidentifikasi karena terbatasnya luas area penyangga (buffer zone) serta melonjaknya volume kendaraan besar yang melintas secara bersamaan. Tim di lapangan kemudian menerapkan strategi percepatan penyeberangan bagi kendaraan besar serta memberikan prioritas khusus bagi para pengendara sepeda motor.
Statistik dan Performa Angkutan Lebaran 2026
Meskipun performa keseluruhan dianggap sudah baik, Menhub menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di semua sektor transportasi nasional. Upaya ini ditegaskan sebagai kerja kolaboratif yang tidak hanya melibatkan satu instansi, tetapi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem mudik.
Berdasarkan pengolahan data dari Mobile Positioning Data (MPD), jumlah pergerakan masyarakat selama periode 13 hingga 29 Maret 2026 mencapai angka 147,55 juta orang. Angka realisasi perjalanan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,53 persen jika dibandingkan dengan hasil survei awal yang memprediksi 143,92 juta orang.
| Kategori Data | Angkutan Lebaran 2025 | Angkutan Lebaran 2026 | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Total Pemudik (MPD) | 143,92 Juta Orang | 147,55 Juta Orang | 2,53% |
| Pengguna Angkutan Umum | 21,22 Juta Orang | 23,73 Juta Orang | 11,79% |
| Penumpang Penyeberangan | 4,79 Juta Orang | 5,61 Juta Orang | 17,05% |
Data statistik menunjukkan adanya peningkatan total penumpang angkutan umum sebesar 11,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah mencapai 23,73 juta orang. Peningkatan paling signifikan ditemukan pada moda transportasi penyeberangan yang melonjak drastis hingga menyentuh angka 5,61 juta penumpang sepanjang periode tersebut.
Lonjakan di sektor penyeberangan tercatat sebesar 17,05 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang sekaligus menjelaskan alasan terjadinya kepadatan di Gilimanuk. Seluruh capaian dan tantangan ini akan dibahas dalam forum evaluasi nasional untuk memastikan mudik tahun berikutnya berjalan lebih optimal dan aman.