Gangguan Sistem Internal di Bandara Haneda Picu Kekacauan Penerbangan di Jepang

Gangguan Sistem Internal di Bandara Haneda Picu Kekacauan Penerbangan di Jepang

Gangguan serius pada sistem kendali lalu lintas udara di Bandara Haneda, Tokyo, menyebabkan kekacauan jadwal penerbangan dan berdampak pada puluhan ribu calon penumpang pada Selasa (21/4/2026). Berdasarkan keterangan kementerian terkait, kendala teknis ini mulai terdeteksi sekitar pukul 05.40 waktu setempat pada sistem pengiriman dan penerimaan rencana penerbangan di Pusat Kendali Wilayah Fukuoka.

Masalah yang bersumber dari wilayah barat daya Jepang tersebut berdampak luas terhadap operasional di Haneda serta beberapa bandara pendukung lainnya di seluruh negeri. Akibat insiden ini, seluruh jadwal keberangkatan dari Bandara Haneda sempat dihentikan total selama 15 menit mulai pukul 07.15 waktu setempat hingga sistem cadangan diaktifkan.

Dampak Pembatalan dan Statistik Operasional

Maskapai besar seperti All Nippon Airways dan Japan Airlines terpaksa membatalkan ratusan jadwal penerbangan domestik yang sebagian besar melayani rute dari dan menuju Haneda. Data menunjukkan bahwa gangguan teknis ini telah menghambat perjalanan puluhan ribu orang yang sudah memesan tiket pada hari tersebut.

Maskapai / Data Operasional Jumlah Dampak
Pembatalan All Nippon Airways (ANA) 30 Penerbangan
Pembatalan Japan Airlines (JAL) 178 Penerbangan
Total Penumpang Terdampak 32.000 Orang
Durasi Penutupan Keberangkatan 15 Menit

Pihak kementerian menjelaskan bahwa pusat kendali lalu lintas udara Kobe di Jepang bagian barat adalah pihak pertama yang mengidentifikasi adanya kegagalan sistem tersebut. Investigasi lebih lanjut kemudian mengonfirmasi bahwa akar permasalahan berasal dari pusat kendali Fukuoka, meskipun sejauh ini tidak ditemukan indikasi adanya serangan siber.

Kondisi di Bandara Haneda sempat diwarnai penumpukan massa di mana para penumpang hanya bisa terpaku menatap papan informasi elektronik yang penuh dengan status pembatalan. Salah satu penumpang yang terdampak mengungkapkan kekecewaannya karena harus membatalkan janji bisnis penting di Hokkaido akibat ketidakpastian jadwal pemulihan sistem.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: travel.detik.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.