Persis Solo menghadapi tantangan berat dalam upaya mereka untuk menghindari degradasi dari BRI Super League. Meskipun sempat melalui delapan pertandingan tanpa kekalahan, mereka harus menelan pil pahit saat kalah 0-2 melawan Arema FC di pertandingan pekan ke-28.
Peluang untuk Selamat Masih Terbuka
Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, mengungkapkan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang untuk bertahan di liga setelah kekalahan tersebut. Dia mencatat bahwa progres yang dicapai timnya sudah cukup signifikan, terutama dibandingkan dengan posisi awalnya ketika ia datang.
Sebelum pertandingannya melawan Arema, tim sempat terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mendapatkan 10 poin di putaran pertama. Kini, dengan 24 poin yang telah dikumpulkan, mereka hanya terpaut satu poin dari Persijap Jepara yang menghuni posisi ke-15 dan dua poin dari Madura United di posisi ke-14.
Strategi untuk Memotivasi Pemain
Milo menekankan pentingnya memotivasi pemain menjelang enam laga tersisa yang akan datang. Ia percaya bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk berkembang, baik sebagai tim maupun individu, meskipun perlawanan dari Arema memberikan hasil yang mengecewakan.
Ia menambahkan bahwa timnya seharusnya mampu menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. Namun, di laga melawan Arema, hasil yang didapat justru tidak sesuai dengan harapan yang telah diatur sebelumnya.
Komitmen untuk Tidak Menyerah
Pelatih berusia 61 tahun itu menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah dalam perjuangan menghindari degradasi. Menurutnya, persaingan di liga sangat ketat dan segala kemungkinan masih bisa terjadi hingga akhir musim.
Dia mencatat bahwa meskipun kekalahan melawan Arema merupakan hari yang buruk, kualitas pemain juga menjadi faktor penting. Milo berpendapat bahwa situasi ini merupakan bagian normal dalam sepakbola, dan tim harus bangkit kembali karena ini bukan akhir dari segalanya.