Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada sesi perdagangan Jumat menyusul pengumuman resmi dari menteri luar negeri Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Kebijakan ini diberlakukan selama periode gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlangsung, sehingga memunculkan ekspektasi bahwa gangguan pasokan energi global akan segera mereda.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang disampaikan melalui platform X ini muncul setelah adanya respons positif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya pada Kamis malam, Trump sempat menegaskan bahwa konflik bersenjata dengan Iran yang pecah sejak 28 Februari harus segera diakhiri demi stabilitas kawasan.
Dampak Pembukaan Jalur Laut terhadap Pasar Global
Keputusan pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut langsung memicu aksi jual di pasar komoditas yang berdampak pada anjloknya nilai kontrak minyak mentah di bursa internasional. Berdasarkan data perdagangan pasar global, terjadi penurunan persentase yang signifikan baik untuk standar minyak Amerika Serikat maupun standar internasional Brent.
| Jenis Minyak Mentah | Kontrak Pengiriman | Penurunan Harga | Harga Penutupan (per Barel) |
|---|---|---|---|
| Minyak Mentah AS (WTI) | Mei | Hampir 12% | USD 83,85 |
| Minyak Mentah Brent | Juni | 9% | USD 90,38 |
Dalam penjelasan teknisnya di media sosial, Araghchi menekankan bahwa setiap kapal yang melintasi wilayah perairan vital tersebut wajib mematuhi protokol navigasi yang ketat. Seluruh armada laut diharuskan berlayar mengikuti rute koordinasi khusus yang telah ditentukan oleh otoritas maritim Iran guna menjamin ketertiban selama masa transisi ini.
Respons Diplomatik dan Blokade Amerika Serikat
Presiden Donald Trump menanggapi langkah Iran tersebut dengan menyampaikan apresiasi terbuka melalui unggahan di akun Truth Social miliknya pada hari Jumat. Trump mengucapkan terima kasih atas dibukanya kembali Selat Hormuz yang dianggap sebagai langkah maju dalam meredakan ketegangan ekonomi di sektor energi.
Meskipun memberikan apresiasi, Trump menegaskan melalui unggahan lanjutan bahwa tekanan militer terhadap Iran tidak akan serta-merta dihentikan oleh pihak Washington. Ia menyatakan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh hingga tercapai kesepakatan diplomatik yang menyeluruh antara kedua negara.
Perkembangan Gencatan Senjata di Lebanon
Situasi di lapangan juga menunjukkan perkembangan positif setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari yang dimulai pada Kamis pukul 5 sore. Kesepakatan ini diambil di tengah agresi militer Israel terhadap Lebanon yang menargetkan Hizbullah, kelompok militan yang dikenal memiliki hubungan aliansi kuat dengan Teheran.
Konflik berkepanjangan antara kedua entitas tersebut sebelumnya dianggap sebagai faktor utama yang menghambat proses negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Penghentian sementara kontak senjata ini memberikan ruang bagi upaya diplomasi tingkat tinggi yang selama ini mengalami kebuntuan akibat eskalasi kekerasan di perbatasan.
Trump menginformasikan melalui Truth Social bahwa dirinya berencana mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun ke Gedung Putih. Agenda tersebut dirancang untuk memulai pembicaraan kenegaraan yang dianggap paling signifikan antara kedua negara bertetangga itu sejak tahun 1983.