Pemerintah Indonesia saat ini masih mengupayakan negosiasi intensif dengan pihak Iran agar dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, diberikan izin melintasi Selat Hormuz. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa langkah diplomasi ini dilakukan melalui sinergi erat antara kementeriannya dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Bahlil meminta dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar proses perizinan bagi kedua kapal tanker tersebut segera menemui titik terang di tengah situasi yang kompleks. Menurut keterangannya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Senin (20/4/2026), komunikasi berkelanjutan terus dilakukan secara mendalam dengan otoritas terkait di Iran.
Meskipun demikian, Bahlil enggan membeberkan secara rinci detail substansi pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung dengan pihak Iran tersebut. Keputusan untuk membatasi informasi dilakukan karena isu ini sangat berkaitan erat dengan dinamika geopolitik global yang sensitif dan tidak semua hal layak dikonsumsi publik.
Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi tetap ada, namun harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas upaya yang sedang ditempuh pemerintah di kancah internasional. Di sisi lain, isu mengenai kru kapal juga sempat menjadi sorotan publik melalui video yang beredar, meskipun fokus utama tetap pada akses jalur pelayaran.
Pihak PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui Pejabat Sementara Corporate Secretary, Vega Pita, memberikan konfirmasi bahwa kedua kapal tersebut saat ini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Vega memastikan bahwa meskipun perjalanan terhambat dan belum bisa melewati Selat Hormuz, kondisi seluruh aset dan kru dalam keadaan yang aman.
Data Lokasi dan Status Operasional Kapal
| Nama Kapal Tanker | Lokasi Terakhir Terdeteksi | Status Keamanan |
|---|---|---|
| Pertamina Pride | Lepas Pantai Al Jubail, Arab Saudi | Aman / Tertahan |
| Gamsunoro | Lepas Pantai Dubai, Uni Emirat Arab | Aman / Tertahan |
Berdasarkan pantauan dari situs Vessel Finder hingga pekan lalu, posisi kedua kapal tanker yang melayani kebutuhan Pertamina itu memang masih terdeteksi berada di area Teluk Persia. Perusahaan secara intensif terus memonitor situasi lapangan serta menyiapkan skenario mitigasi guna menghadapi segala kemungkinan perkembangan kondisi keamanan di jalur laut tersebut.
PIS juga telah menyusun rencana pelayaran atau passage plan secara matang agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro bisa segera berlayar kembali saat jalur mulai dibuka. Kesiapan operasional ini merupakan bagian dari kewaspadaan tinggi perusahaan dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional di tengah ketidakpastian keamanan maritim.